Menuju konten utama

Usia Berapa Anak Imunisasi Rubella, Manfaat dan Efek Sampingnya

Berikut ini informasi usia ideal anak imunisasi rubella, manfaat dan efek samping imunisasi rubella.

Usia Berapa Anak Imunisasi Rubella, Manfaat dan Efek Sampingnya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin measles rubella kepada siswa SD kelas 1 saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 2 Sesetan, Bali, Rabu (15/9/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

tirto.id - Imunisasi Measles Rubella (MR) ditujukan untuk mencegah penyakit campak dan Rubella.

Primaya Hospitals menulis, vaksin MR merupakan kombinasi dari dua jenis vaksin untuk dua penyakit yaitu campak (Measles) dan Rubella (campak Jerman), yang disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

Angka penularan penyakit campak dan Rubella yang mengkhawatirkan, data World Health Organisation(WHO) menyebut angka 869.770 kasus pada 2019 di seluruh dunia, membuat pemerintah memasukkan jenis imunisasi MR dalam Program Imunisasi Nasional agar anak Indonesia memiliki daya tahan tubuh terhadap dua virus penyakit ini.

Apalagi kedua jenis virus menular dengan mudah sekali melalui saluran napas, bersin dan batuk serta kontak langsung penderita dan orang sehat. Ditambah komplikasi kedua penyakit sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian.

Usia Pemberian Imunisasi Campak dan Rubella (MR)

Imunisasi campak dan Rubella sudah dapat diberikan pertama kali sejak bayi usia 9 bulan.

Selanjutnya pada usia 18 bulan diberikan imunisasi MR kedua. Tahap selanjutnya adalah saat anak masuk Sekolah Dasar kelas 1.

Merujuk laman Dinkes Palangkaraya, vaksin MR yang digunakan oleh pemerintah telah direkomendasi oleh WHO untuk 141 negara, serta diedarkan BPOM tanah air sehingga aman dan telah lolos uji.

Efek Samping Pemberian Imunisasi MR

Semua jenis vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh pasti akan memberikan efek samping, baik itu pada tingkat ringan maupun sedang.

Demikian pula imunisasi MR yang diberikan kepada anak, karena pada dasarnya vaksin adalah virus yang dilemahkan dan dimasukkan dalam tubuh, agar tubuh menghasilkan antibodi atau kekebalan tubuh untuk melawan virus tersebut.

Efek samping dari imunisasi MR tidak seperti isu yang beredar, bahwa akan menimbulkan autisme atau kelumpuhan. Vaksin MR hanya akan menimbulkan efek samping berupa:

  • Demam ringan
  • Ruam merah pada bekas suntik atau beberapa bagian tubuh
  • Bengkak serta nyeri di tempat suntik
  • Kejang (jarang terjadi)
  • Alergi (jarang terjadi)

Efek samping ringan tersebut biasanya berlangsung 2-3 hari, kemudian anak akan kembali sehat. Sedangkan kasus berat usai imunisasi sangat langka terjadi.

Mengenal Penyakit Campak dan Rubella

Penyebab campak dan Rubella adalah Paramyxovirus. Resiko terbesar penyakit campak yang menular pada anak-anak bahkan dapat menimbulkan kematian. Sedangkan Rubella dapat membuat anak menjadi cacat seumur hidup.

Penyakit ini tak ada obatnya, karena yang dapat melawan virus adalah daya tahan tubuh masing-masing.

Untuk mencegah berkembangnya penyakit ini, maka dilakukan kampanye imunisasi MR sehingga daya tahan tubuh anak-anak Indonesia menjadi kuat.

Sasaran vaksin MR tidak saja pada anak, namun juga untuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi MR. Khususnya bagi ibu hamil, vaksin ini mencegah janinnya mengalami penyakit Rubella yang memicu lahir cacat.

Gejala Penyakit Campak dan Rubella

Berikut ini beberapa gejala yang tampak pada anak yang terinfeksi penyakit campak atau Rubella:

Campak:

  • Demam panas tinggi
  • Ruam merah di kulit
  • Batuk-batuk
  • Pilek
  • Mata merah dan berair

Komplikasi pada campak dapat berupa:

  • Infeksi telinga
  • Diare
  • Pneumonia
  • Kerusakan otak dan
  • Kematian

Gejala Rubella (campak Jerman)

  • Demam panas tinggi
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam merah di kulit
  • Mata gatal dan merah serta berair
  • Pusing

Virus ini menjadi berbahaya jika menginfeksi utamanya ibu hamil, karena berefek buruk pada janin.

Janin berisiko lahir mati, cacat (buta atau tuli) dan keguguran. Sedangkan pada anak-anak dan remaja yang mengalaminya akan muncul gejala seperti yang disebut di atas.

Baca juga artikel terkait RUBELLA atau tulisan lainnya dari Cicik Novita

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Dhita Koesno