Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Usai Libur Panjang, Anies: Kapasitas Ruang Isolasi 55% & ICU 58%

Anies sebut jumlah ruang rawat inap untuk pasien isolasi mandiri COVID-19 sebanyak 55 persen; hotel 21 persen; dan ICU 58 persen.

Usai Libur Panjang, Anies: Kapasitas Ruang Isolasi 55% & ICU 58%
Konferensi Pers Kebijakan Pemprov DKI Jakarta Terkait Penanganan Covid-19, Jakarta 9/9/2020. Instagram/DKI Jakarta

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim setelah liburan panjang pada 28 Oktober -1 November 2020 kapasitas ruangan isolasi mandiri dan rumah sakit masih memadai. Ini karena belum ada penambahan kasus COVID-19 usai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Anies menjelaskan, jumlah ruang rawat inap untuk pasien isolasi mandiri COVID-19 sebanyak 55 persen; hotel masih 21 persen; dan ICU rumah sakit masih 58 persen.

Data Dinkes DKI menunjukkan, jumlah kapasitas ketersediaan tempat tidur rawat inap seluruh RSUD provinsi DKI Jakarta pada tanggal 3 November 2020 pukul 15.00 WIB masih tersisa banyak, yakni 1.503 unit.

Kapasitas rumah sakit yang masih tersedia: Ruang VIP masih tersisa 24; Kelas I 64; Kelas II 107; Kelas III 859; ICU 15; NICU 6; PICU 8; HCU 32; ICCU 374, dan Ruang Isolasi 223.

"Tentu kami enggak berharap ini [angka positif COVID-19] melonjak, tapi bahwa kapasitasnya [tempat isolasi mandiri dan ICU] ada. Bahkan tempat-tempat isolasi hotel itu tingkat keterisiannya hanya 21 persen sekarang," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2020).

Bahkan kata dia, hotel untuk isolasi mandiri kapasitas sebelumnya mencapai 60 persen, menurun 39 persen menjadi 21 persen.

"Kami bersyukur bahwa angkanya menurun. Garapannya nanti tidak meningkat tinggi," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau agar warga Jakarta tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M: Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.

"Jadi itu imbauan kami terkait penanganan COVID-19," kata Anies.

Namun data Satgas COVID-19 pusat per 2 November mencatat kasus baru di DKI kembali naik, bahkan di atas 1.000 kasus per hari. Per 1 November misal, penambahan kasus anyar di DKI hanya 608 pasien. Artinya ada kenaikan signifikan dibandingkan 2 November yang tembus 1.024 kasus.

Padahal bila dibandingkan dengan angka penambahan kasus nasional per 2 November, kasus baru di DKI justru hampir separuhnya.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Satgas COVID-19 Nasional, per 2 November terdapat 26.661 spesimen yang diperiksa. Hasilnya: 2.618 orang terkonfirmasi positif COVID-19, 3.624 pasien dinyatakan sembuh, dan 101 orang meninggal dunia.

Berikut lima provinsi yang menyumbang kasus tertinggi per 2 November 2020, yaitu:

- DKI Jakarta: kasus baru 1.024, sembuh 1.057 pasien, dan meninggal 18 orang

- Jawa Barat: kasus baru 341, sembuh 389, dan meninggal 11

- Jawa Timur: kasus baru 284, sembuh 300, dan meninggal 23

- Jawa Tengah: kasus baru 248, sembuh 362, dan meninggal 10 orang

- Sumatera Barat: kasus baru 178, sembuh 250, dan meninggal 5 orang

Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz