Menuju konten utama

Update Perang AS-Iran: Israel Kembali Serang Teheran & Beirut

Situasi terkini perang AS-Iran, Israel kembali menyerang Iran di ibu kotanya, Teheran. Ini memasuki hari keempat perang sejak 28 Februari.

Update Perang AS-Iran: Israel Kembali Serang Teheran & Beirut
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026. Dua ledakan keras terdengar di Teheran pada pagi hari tanggal 28 Februari oleh jurnalis AFP, dan dua kepulan asap tebal terlihat di atas pusat dan timur ibu kota Iran. (Photo by ATTA KENARE / AFP)

tirto.id - Perang semakin meluas ketika Israel melakukan serangan udara lagi ke ibu kota Iran, Teheran dan Beirut, Lebanon. Serangan udara Israel disebut mulai dilancarkan pada pukul 08.00 waktu setempat dengan menargetkan titik-titik kekuatan militer Iran dan Hizbullah pada 3 Maret 2026.

Serangan Israel di Beirut menargetkan kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, dengan alasan untuk pertahanan di perbatasan dan melindungi warga Israel dari potensi serangan Hizbullah. Militer Israel menegaskan bahwa ini bukan operasi darat, namun langkah taktis untuk keamanan warga sipil.

“Kami telah menempatkan tentara di area perbatasan di titik-titik tambahan untuk melindungi warga sipil kami, untuk mencegah Hizbullah menyerang mereka,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani dikutip Al Jazeera.

Hizbullah atau Hezbollah adalah milisi Syiah Lebanon yang dipercaya oleh AS telah didukung Iran untuk memperluas pengaruh Teheran. Hizbullah dibentuk setelah invasi Israel ke Lebanon pada 1982 dan telah ditetapkan sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) oleh Amerika Serikat, dikutip dari situs resmi Kongres AS.

Israel Serang Iran Lagi di Teheran dan Beirut di Lebanon

Serangan Israel ke Beirut ini menyebabkan gelombang perpindahan warga sipil. Sekolah-sekolah banyak yang ditutup untuk menampung ribuan orang yang mengungsi dari pinggiran selatan kota.

Sebelumnya, Hizbullah menegaskan telah menyerang pangkalan udara Ramat David di utara Israel menggunakan “swarms drone” pada Selasa (3/3) pagi. Serangan itu menargetkan radar dan ruang kontrol pangkalan, sebagai bentuk balasan terhadap serangan Israel sebelumnya di Lebanon.

Ini adalah serangan kedua Israel ke Lebanon. Dalam serangan awalnya pada Senin (2/3), telah menewaskan setidaknya 52 orang dan melukai 154 lainnya, setelah Hizbullah menembakkan misil dan drone ke Haifa, Israel.

Selain Lebanon, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa Angkatan Udara Israel juga telah menyerang target rezim di Teheran dengan “kekuatan signifikan”.

Ia juga menegaskan bahwa Israel terus berupaya melemahkan kemampuan peluncuran rudal Iran. Katz menambahkan bahwa operasi militer Israel terhadap Iran akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh selama diperlukan, menunjukkan bahwa konflik ini belum akan mereda dalam waktu dekat.

Di tengah perang yang tak terlihat akan segera berakhir, jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di seluruh Iran kini mencapai 787 orang, menurut laporan media pemerintah yang mengutip data dari Palang Merah Iran.

Pemerintah Lebanon Perintahkan Hizbullah Mundur

Pemerintah Lebanon menganggap aktivitas militer Hizbullah ilegal karena kelompok itu bertindak independen dari negara dan menyerukan aparat keamanan untuk mencegah serangan yang berasal dari wilayah Lebanon.

Namun, Hizbullah menolak larangan ini dan menyatakan pemerintah Lebanon tidak berdaya menghadapi Israel.

"Kami memahami ketidakberdayaan pemerintah Lebanon dalam menghadapi musuh Zionis yang brutal, yang melanggar kedaulatan nasional, menduduki tanah, dan menimbulkan ancaman terus-menerus terhadap keamanan dan stabilitas negara," kata kelompok itu.

Menurut Hizbullah, pemerintah tidak berhak mengambil tindakan agresif terhadap warga Lebanon yang menolak pendudukan Israel, dan kelompok itu tetap menganggap dirinya berhak menentukan soal perang dan perdamaian.

"Namun, mengingat kelemahan dan kekurangan yang jelas ini, kami tidak melihat pembenaran bagi Perdana Menteri [Nawaf] Salam dan pemerintahannya untuk mengambil tindakan agresif seperti itu terhadap warga Lebanon yang menolak pendudukan," tambah mereka, dikutip Aljazeera.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra