Menuju konten utama
Political Review:

Ucapan Prabowo Soal Bajingan Dinilai Bisa Merugikan Dirinya

Prabowo menyebut ada "bajingan" pada segelintir elite di Jakarta yang merusak negara.

Ucapan Prabowo Soal Bajingan Dinilai Bisa Merugikan Dirinya
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. tirto.id/Andrey gRomicko

tirto.id - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai diksi "bajingan" dan "ndasmu" yang diucapkan Capres 02 Prabowo Subianto di Yogyakarta bisa merugikan citranya sebagai calon presiden. Sebab, menurut Ujang, masyarakat akan mudah menilai Prabowo sebagai sosok yang emosional dan agresif.

"Prabowo sangat emosional. Itu dilakukan sebagai gerakan menyerang. Menyerang lawan politik. Dengan menyerang dan menyalahkan elite dan kubu lawan. Harapannya Prabowo mendapat simpati rakyat. Karena selama ini juga rakyat tidak suka ke elite-elite di Jakarta," kata Ujang saat dihubungi wartawan Tirto, Senin (8/4/2019) sore.

Namun, menurut Ujang, pernyataan Prabowo itu merupakan strategi yang dibangun untuk "bermain ofensif dan menyerang untuk menjatuhkan lawan". Akan tetapi, Ujang menilai itu merupakan upaya yang bisa diwajarkan mengingat posisi Prabowo harus agresif menjelang hari pencoblosan.

"Ya wajar. Karena harus ofensif. Jika tidak ofensif akan ketinggalan," katanya.

Kendati demikian, Ujang menilai Prabowo justru akan mengalami kerugian secara citranya ke publik. "Yang jelas pernyataan tersebut merugikan Prabowo. Karena terlalu emosional. Kerugiannya Prabowo dicitrakan terlalu emosional," katanya.

Namun, Ujang melihat apa yang diucapkan Prabowo itu tak akan menggeser persepsi pemilihnya di tataran masyarakat pendidikan/perguruan tinggi, sebagaimana yang dikatakan dalam banyak survei.

"Tidak akan bergeser bagi pemilih berpendidikan tinggi. Walaupun pernyataan Prabowo provokatif. Karena bisa saja pernyataan Prabowo tersebut disukai oleh para pemilih berpendidikan tinggi. Karena Prabowo dianggap mewakili kritik mereka juga," katanya.

Dalam kampanyenya di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada Senin (8/4/2019), Prabowo mengaku muak dengan kebohongan dan ulah "elite di Jakarta". Ia menyebut banyak BUMN yang dirampok, tapi tidak ada tindak lanjut.

"Itu TV datang ke sini bukan untuk meliput, dia nunggu saya salah bicara. Saya tidak takut karena saya tidak salah bicara, saya bicara apa yang ada di hati saya, saya muak, muak dengan ulah elite yang jahat di Jakarta itu, selalu bohong, bohong, bohong, bohong pada rakyat, BUMN kebanggaan kita, BUMN milik rakyat kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok," katanya.

Prabowo menyatakan, penyataannya itu akan membuat orang bertanya: "mana buktinya?". Ketua Umum Gerindra ini pun memastikan buktinya ada di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Nanti mereka tanya, 'mana buktinya', 'mana buktinya', Bung buktinya ada segudang, ada di BPK. BPK menemukan ada ribuan, belasan ribu temuan, tidak ada tindak lanjut. 'Mana buktinya?' Ndasmu!" kata Prabowo.

Ia juga menyebut ada "bajingan" pada segelintir elite di Jakarta yang merusak negara. Meski tidak merujuk nama yang spesifik, Prabowo juga menyebut Indonesia telah "diperkosa" oleh segelintir orang elite Jakarta.

"Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak. Segelintir orang elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini. Mereka adalah... boleh enggak bicara agak keras di sini, tinggal 10 hari lagi ya. Mereka adalah bajingan-bajingan," ujar Prabowo dengan lantang.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Politik
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto