Menuju konten utama

TPF Gagal Temukan Pelaku Penyerangan Novel, ICW: Polri Tak Serius

Pengungkapan motif penyerangan terhadap Novel Baswedan aneh, karena pelakunya sampai saat ini belum ditangkap.

TPF Gagal Temukan Pelaku Penyerangan Novel, ICW: Polri Tak Serius
Korban penyerangan air keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan kepada wartawan terkait hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

tirto.id - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Farizi menilai beban kepolisian semakin bertambah saat TPF Polri tak berhasil mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

"Sebab, ini akan jadi beban institusi karena lagi-lagi publik akan mempertanyakan Pemerintah dalam hal ini Presiden maupun akan mempertanyakan kepada Kapolri sendiri, 'Kenapa tidak kunjung tuntasnya kasus novel Baswedan ini?" ujar Donal Farizi saat di Kantor ICW, Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Bila kasus ini tak tuntas, kata dia, kasus Novel menjadi membenani institusi kepolisian dalam waktu panjang. Sebab, kata dia, publik pastinya akan terus mengawal dan menagih pengungkapan kasus tersebut, mulai dari motif hingga aktor intelektual.

Ia juga mengatakan, tak logis kasus Novel ini disangkutpautkan dengan motif politik berdasarkan dengan enam kasus yang diduga memicu penyerangan.

Pencarian motif dinilai aneh, karena aktor intelektualnya hingga saat ini belum ditangkap.

Menurut dia, sebelum berbicara motif, polisi semestinya diketahui terlebih dahulu pelaku penyerangan dan juga harus digali lagi informasinya lebih dalam.

"Apalagi pernyataan kapolda dulu pak Iriawan, [katanya] motifnya beragam. Mulai dari motif perkara, bahkan motif jual beli baju gamis, itu juga sempat dinyatakan oleh kapolda lalu," ujar dia.

Menurut dia, semakin berlarut pengungkapan kasus, menunjukkan polisi tak serius mencari pelaku penyerangan.

"Ini berimplikasi kepada legitimasi institusi kepolisian. Karena ini akan jadi bahan pertanyaan yang akan selalu ditagih ke pimpinan Polri dan presiden," kata dia.

Baca juga artikel terkait KASUS NOVEL BASWEDAN atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Hukum
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali