Menuju konten utama

TNI Bantah Deretan Hoaks terkait Anggota Jadi Provokator Demo

TNI membantah tudingan anggota menjadi provokator saat demo pada akhir Agustus 2025 lalu.

TNI Bantah Deretan Hoaks terkait Anggota Jadi Provokator Demo
Kapuspen TNI membantah deretan hoaks yang menyebut anggota menjadi provokator demo. Foto: Puspen TNI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah membantah deretan isu terkait tudingan terhadap prajurit TNI sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa.

Salah satunya, anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang ditangkap Brimob dan menjadi provokator saat demo di di Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada 28 Agustus 2025. Freddy menilai isu ini disebarluaskan secara sengaja untuk memunculkan persepsi negatif masyarakat terhadap TNI.

“Menjadi salah satu isu hoaks yang sengaja digoreng untuk menyudutkan institusi TNI,” kata Freddy dalam keterangan resmi, Sabtu (6/9/2025).

Selain itu, beredar video viral Pratu Handika Novaldo, prajurit TNI yang diamankan Brimob Polda Sumatra Selatan (Sumsel) saat terjadi kerusuhan di DPRD Sumsel (31/8/2025). Diketahui, terdapat seorang pria di Sumut yang mengaku sebagai anggota TNI dan dituding sebagai provokator demo.

“Pemberitaan palsu di Ternate mengenai pemuda yang ditangkap dengan tuduhan sebagai prajurit TNI penghasut kerusuhan, hingga video seorang pria yang mengaku diperintah anak anggota TNI untuk menyerang Markas Brimob Cikeas,” ucap Freddy.

Dia menegaskan informasi yang beredar tersebut hanyalah kabar bohong yang digiring dengan narasi menyesatkan, sehingga perlu diluruskan kepada publik.

“Karena berkaitan dengan beredarnya foto, video maupun konten-konten yang bernarasi negatif, kemudian framing-framing yang menyesatkan, yang sebenarnya sudah saya sampaikan lima hari yang lalu, bahwa itu hoaks, tidak benar,” tegasnya.

Kapuspen TNI juga menekankan TNI sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait untuk meredam potensi dampak buruk dari hoaks tersebut. Menurutnya, isu semacam ini sengaja digiring untuk memecah belah soliditas aparat maupun relasi dengan masyarakat.

“Sejak bergulirnya kejadian-kejadian ini, TNI intens melakukan koordinasi terkait dengan permasalahan ini. Ini penting karena seperti saya sampaikan tadi bahwa potensi untuk membentur-benturkan antara TNI-Polri kemudian aparat dengan masyarakat itu begitu besar, dan itu otomatis akan memecah-belah persatuan-kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Freddy juga memastikan hubungan antara TNI-Polri tetap solid dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional. “Jadi, saya perlu sampaikan di sini bahwa sampai dengan saat ini, TNI-Polri itu solid dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta akan terus bersinergi untuk menciptakan rasa aman tertib dan kondusif,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait AKSI DEMO atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama