tirto.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, buka suara atas dugaan anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menjadi provokator saat unjuk rasa beberapa waktu lalu. Hal ini sempat mencuat di media sosial X/Twitter.
"Itu keabsahannya saya masih belum monitor ya, apakah itu benar apa tidak," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025).
Meski demikian, Dudung mengatakan bahwa bidang intelijen kerap memiliki tugas pokok dan fungsi sendiri. Ia yakin mereka yang bekerja di bidang ini memiliki tujuan khusus, terlepas dari tindakan mereka.
Dalam kesempatan itu, Dudung menekankan bahwa TNI tidak mungkin bertujuan buruk ketika mengerahkan tim intelijennya.
"Memang dunia intelijen seperti itu biasanya, tetapi pasti ada tujuan-tujuan tertentu. Yang jelas, pasti pihak TNI tidak mungkin ada tujuan-tujuan lain," tuturnya.
Setelah itu, Dudung kembali menegaskan bahwa dirinya tak mengetahui apakah provokator saat unjuk rasa itu memang Bais TNI atau bukan. Ia juga mengaku belum mendengarkan pernyataan pihak TNI terkait dugaan anggota Bais TNI yang menjadi provokator.
Sebelumnya, dugaan anggota Bais TNI menjadi provokator dalam aksi unjuk rasa mencuat di X/Twitter. Dalam sejumlah unggahan foto, anggota Bais TNI tampak dirangkul oleh anggota kepolisian.
Orang yang diduga anggota Bais TNI itu tampak membawa kartu tanda anggota Bais TNI. Ia diduga menjadi provokator saat aksi di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Irfan Teguh Pribadi
Masuk tirto.id


































