Menuju konten utama

TNI AD Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Lahan Kosong

Jajaran TNI Angkatan Darat di Surabaya menggalakkan gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai salah satu cara mengatasi lonjakan harga cabai di pasaran. Tujuan dari menanam sendiri bisa membantu mengurangi beban masyarakat.

TNI AD Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Lahan Kosong
Pekerja memisahkan cabai rawit dari tangkainya di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/1). Meski mengalami penurunan, harga cabai rawit di pasar tersebut masih relatif tinggi. Untuk cabai rawit berkuliatas bagus harganya mencapai Rp90.000 per kilogram dari sebelumnya Rp95.000 per kilogram, sedangkan untuk cabai rawit berkualitas rendah Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp75.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Moch Asim.

tirto.id - Jajaran TNI Angkatan Darat di Surabaya menggalakkan gerakan tanam cabai dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar lingkungan tempat tinggal. Gerakan ini, juga sebagai bagian dari mengatasi lonjakan harga cabai di pasaran sehingga dengan melakukan penanaman sendiri bisa membantu mengurangi beban masyarakat.

"Kami ajak masyarakat menanam cabai rawit maupun cabai besar di lahan kosong maupun sekitar perumahan," ujar Komandan Koramil 0831/05 Rungkut Mayor Inf Supriyo Triwahono kepada wartawan di Surabaya, Rabu, (11/1/2017) seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, gerakan tanam cabai untuk memberikan pengetahuan dan contoh tentang teknik bercocok tanam cabai yang baik sehingga dapat menarik minat serta animo masyarakat.

"Warga bisa menggunakan lahan kosong di sekitar rumah mereka menjadi lahan produktif yang bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, bahkan lebih jauh lagi dapat menjadi komoditas menguntungkan jika dilakukan dalam skala besar," ucapnya.

Pihaknya juga membagikan 1.000 pohon bibit cabai kepada kelompok tani "Maskot Subur" untuk ditanam di lahan kosong milik petani Jono dengan luas 2.500 meter persegi di Kelurahan Kalirungkut Surabaya.

TNI AD, kata dia, juga mengajak masyarakat menanam cabai menggunakan "polybag" atau pot di sekitar rumah sebagai pengganti tak adanya lahan memadai.

Tak hanya itu, pihaknya mewajibkan seluruh anggota Koramil menanam cabai di lingkungan kantor serta di rumah anggota menggunakan pot.

"Produktivitas buah atau hasil yang didapat dari bertanam cabai di pot hasilnya hampir sama dengan yang ada di lahan pertanian, begitu pula mutu produk," katanya.

Keuntungan lainnya, bertanam di pot merupakan alternatif pemenuhan kebutuhan konsumsi buah dan sayuran segar, harganya murah, tahan lama, ringan, tidak cepat kotor dan mudah didapat.

Baca juga artikel terkait CABAI atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh