TKN Tak Setuju Penggunaan Nama Aksi Bela Agama untuk Demo di MK

Oleh: Felix Nathaniel - 25 Juni 2019
TKN mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke jalan saat pengumuman hasil putusan sengketa pilpres di MK.
tirto.id - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga tidak setuju dengan penggunaan nama Aksi Bela Agama untuk demo yang akan dilakukan di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Arya, tidak ada masalah agama yang harus dituntut dalam perkara MK.

"Menyampaikan aspirasi silakan saja. Tapi jangan mengada-ngada dan memperkeruh suasana," kata Arya kepada Tirto, Selasa (25/6/2019).

Arya berharap Aksi Bela Agama ini tidak membuat situasi politik dan keamanan kembali memanas.

"Emang ada konflik agama? Kan enggak," kata Arya lagi.

Arya juga mengimbau agar demonstrasi yang dikemas dalam acara halal bihalal ini tidak terlalu ramai.

TKN mengimbau masyarakat untuk tidak turun ke jalan. Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pun juga mengajak masyarakat mematuhi putusan MK.

"Ikutilah kata Pak Prabowo itu sendiri," tegas Arya.

Selebaran ajakan halal bihalal di depan MK, Jakarta menjelang hingga saat sidang putusan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2019 beredar di media sosial.

Tulisan pada poster itu mengajak untuk mengadakan aksi mulai kemarin hingga 28 Juni 2019 nanti.

Selebaran ajakan halal bihalal itu sendiri mengangkat tema 'Aksi Super Damai, Berzikir, dan Berdoa Serta Bersolawat Mengetuk Pintu Rahmat Diseluruh Ruas Jalan Disekitar Mahkamah Konstitusi'.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin membenarkan adanya aksi massa menjelang putusan MK di Jakarta, termasuk saat hakim MK membacakan putusannya pada 28 Juni.

Novel mengklaim aksi ini bukanlah untuk kepentingan politik, melainkan untuk membela agama dalam rangka menegakkan keadilan.

"Seruan aksi di MK itu bukan seruan politik akan tetapi seruan bela agama menegakan keadilan yang tidak terkait urusan politik praktis," jelas Novel kepada reporter Tirto, Senin (24/6/2019).


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight