Menuju konten utama

Tipu Ratusan Calon Karyawan Freeport, Pria di Tegal Diarak Warga

Dalam proses rekrutmen, Joko Adi Laksana memungut biaya pemberkasan Rp75 ribu dan pemeriksaan mata Rp150 ribu.

Tipu Ratusan Calon Karyawan Freeport, Pria di Tegal Diarak Warga
Ilustrasi penipuan keuangan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Seorang pria di Kota Tegal, Jawa Tengah, diarak ratusan warga dengan bertelanjang dada pada Senin (3/11/2025) malam. Pria bernama Joko Adi Laksana (JA) itu diduga menipu ratusan orang dengan modus rekrutmen kerja di PT Freeport Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi setelah warga mendatangi rumah JA di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur. Massa yang marah menyeretnya ke Alun-Alun Kota Tegal sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian. Video penggiringan JA viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Salah satu korban, DTW (23) asal Cirebon, menjelaskan bahwa JA mengaku memiliki kakak kandung yang bekerja sebagai HRD di PT Freeport Indonesia.

Dengan klaim itu, JA mulai merekrut calon karyawan sejak 2022 dengan janji gaji tinggi, fasilitas mewah, serta kompensasi berupa iPhone 17 Pro Max dan mobil Fortuner bagi asisten perempuan.

"Saya melamar di akhir 2023. Kami dikumpulkan dalam grup WhatsApp berisi sekitar 600 orang calon karyawan,” kata DTW saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Para calon karyawan sempat mengikuti pertemuan pertama di salah satu gedung di Kota Tegal. Saat itu, JA menyebut keberangkatan kerja akan dilakukan pada Juli 2023, dengan pembagian lokasi di Papua dan Gresik.

Namun sehari sebelum jadwal keberangkatan, ia mengumumkan penundaan dengan alasan adanya kebakaran di lokasi kerja.

Sebagai kompensasi, JA menjanjikan uang Rp5 juta per orang, namun janji itu tidak pernah dipenuhi. Ia kemudian berulang kali mengundang peserta untuk pertemuan lanjutan dengan alasan berbeda, termasuk mengaku kakaknya terkena sanksi dari perusahaan.

Pada Oktober 2025, JA kembali mengumpulkan para calon karyawan di sebuah gedung kecil dekat SMA 4 Tegal. Dalam pertemuan itu, ia menjanjikan keberangkatan “pasti” pada akhir bulan, disertai kompensasi Rp15 juta, iPhone 17 Pro Max, dan mobil Fortuner.

Namun, janji tersebut kembali batal dengan alasan baru, kakaknya disebut telah dipecat dari PT Freeport Indonesia. Dalam proses rekrutmen, JA diduga memungut biaya pemberkasan sebesar Rp75 ribu dan biaya pemeriksaan mata sebesar Rp150 ribu.

Total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp50 juta. Ketika kebohongan tersebut terbongkar, ratusan korban mendatangi rumah pelaku. Massa memaksa JA menulis surat pernyataan di atas materai dan membuat video klarifikasi bahwa ia akan mengembalikan seluruh uang dan berkas korban dalam waktu tiga hari. Namun hingga batas waktu habis, janji itu tidak ditepati.

Kasatreskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi, mengkonfirmasi peristiwa diaraknya JA oleh ratusan warga. Dia bilang, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh JA.

“Saat ini kami masih menelusuri kronologi kejadian, termasuk peran JA dan jumlah kerugian yang dialami para korban,” ujar AKP Eko, Selasa (4/11/2025).

Eko menambahkan, para korban berasal dari Kota Tegal dan daerah sekitarnya. Mereka dijanjikan pekerjaan di PT Freeport dengan syarat membayar sejumlah uang administrasi.

"Kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp75 ribu hingga Rp100 ribu. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban,” katanya.

Meski telah diamankan, JA masih berstatus saksi. Polisi belum menetapkan tersangka karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. “Kami mendalami peran JA, termasuk penggunaan dana dan keterlibatan pihak lain. Kami mengimbau warga yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke Polres,” pungkas AKP Eko.

===============

Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KASUS PENIPUAN atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Siti Fatimah