Tips Diet AIP: Pola Makan Khusus untuk Penderita Autoimun

Oleh: Balqis Fallahnda - 6 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
Diet AIP adalah aturan pola makan khusus yang direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit autoimun.
tirto.id - Autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari kumpulan sel khusus yang bertugas melawan agen penyebab infeksi pada tubuh, seperti bakteri dan virus.

Sistem kekebalan yang sehat akan melindungi tubuh terhadap penyakit dan infeksi. Akan tetapi, jika tak berfungsi sebagaimana mestinya, sistem kekebalan tubuh akan keliru menyerang sel, jaringan, dan organ yang sehat.

Serangan-serangan tersebut dapat memengaruhi setiap bagian tubuh, melemahkan fungsi tubuh, dan bahkan mengancam jiwa. Penjelasan ini dikutip dari laman National Institute of Environmental Health Sciences.

Para peneliti belum tahu persis apa penyebab penyakit autoimun pada manusia. Namun, sejumlah faktor, seperti genetika, diet, gender, hormon seks, infeksi, dan paparan bahan kimia diduga dapat terlibat sebagai penyebab gejala Autoimun.

Gangguan autoimun pada umumnya tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, dalam banyak kasus, kondisi autoimun bisa dikendalikan sehingga gejala yang muncul terminimalisir. Salah satu cara untuk mengendalikannya adalah penderita autoimun harus mengikuti aturan pola makan khusus.

Nah, diet protokol autoimun atau Autoimmune Protocol (AIP) merupakan salah satu pendekatan berbasis pengaturan pola makan yang berguna untuk meminimalisir peradangan pada penderita autoimun.

Diet AIP ini direkomendasikan untuk mengotrol penyakit autoimun. Dalam diet AIP, ada sejumlah makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dan dihindari oleh penderita autoimun.

Sebagaimana dilansir Healthline, diet AIP berfokus ke eliminasi, yang bertujuan untuk mengurangi makanan penyebab peradangan dan mengatur ulang sistem kekebalan tubuh. Konsep AIP adalah mengurangi peradangan di tubuh dan memulihkan kondisi autoimun melalui pola makan.

Diet AIP juga sering dianjurkan dalam perawatan kasus sindrom usus bocor, kondisi saat bakteri dan racun keluar melalui celah kecil di dinding usus dan memasuki aliran darah. Meskipun belum pasti, banyak ahli menduga, kondisi tersebut memicu reaksi sistem kekebalan yang memunculkan peradangan di banyak organ tubuh.

Diet AIP berawal dari diet paleo, tapi dengan sistem yang lebih ketat. Diet AIP menekankan pada konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega 3, vitamin dan nutrisi.

Saat menjalani diet AIP, penderita autoimun diharuskan mengikuti aturan pola makan yang ketat selama beberapa pekan, sebelum mulai menambahkan makanan yang tak direkomendasikan.

Panambahan jenis makanan dalam daftar menu itu juga harus dilakukan secara bertahap, yakni di setiap hari hingga seminggu sekali. Reaksi tubuh penderita autoimun terhadap makanan baru itu juga harus rutin dipantau. Jika reaksi buruk muncul maka konsumsi jenis makanan itu pun harus disetop.

Berikut ini adalah daftar sejumlah jenis makanan yang harus dihindari dan boleh dikonsumsi saat menjalankan diet AIP.

1. Daftar makanan yang harus dihindari dalam diet AIP

  • Biji-bijian
  • Polong-polongan (kacang-kacangan, kedelai, kacang tanah, hummus, dll.)
  • Produk susu (termasuk susu mentah)
  • Makanan yang diproses
  • Gula halus
  • Minyak biji buatan industri (seperti minyak sayur atau minyak kanola)
  • Telur
  • Kopi
  • Cokelat
  • Rempah-rempah tertentu yang termasuk biji-bijian (misalnya, ketumbar dan jinten)
  • Sayuran nightshade (tomat, paprika, terong, kentang, dan lainnya)
  • Permen karet
  • Pemanis alternatif (produk pengganti gula)
  • Pengemulsi dan pengental makanan
  • Akohol
  • Obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID (penghilang rasa sakit: aspirin, ibuprofen dll)
  • Meskipun tidak secara khusus dibahas dalam protokol AIP, penelitian menunjukkan bahwa ganggang biru-hijau dapat menstimulasi sistem kekebalan dan karenanya harus dihindari oleh mereka yang memiliki penyakit autoimun.

2. Daftar makanan yang dapat dikonsumsi dalam diet AIP

  • Produk kelapa (termasuk minyak kelapa)
  • Minyak zaitun
  • Makanan fermentasi tak mengandung susu (kombucha, nondairy kefir, dll)
  • Sayuran yang difermentasi
  • Berbagai jenis cuka (termasuk balsamic, anggur merah, dan sari apel, asal tanpa gula)
  • Madu atau sirup maple dalam porsi kecil
  • Rempah (yang bukan biji-bijian)
  • Pati garut
  • Gelatin dari daging sapi yang diberi makan rumput
  • Boleh mengonsumsi garam
  • Boleh minum teh mentah yang tidak berbahan dasar biji dalam jumlah sedang (teh hijau dll)
  • Dalam diet AIP buah-buahan adalah makanan kontroversial. Sebagian pendekatan dalam diet AIP merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi buah sama sekali. Sementara pendekatan yang lain memperbolehkan konsumsi 10-25 gram fruktosa sehari, atau sekitar dua potong.


Baca juga artikel terkait DIET atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Addi M Idhom
DarkLight