Menuju konten utama

Tiga WNA & Sopir Taksi Terlibat Baku Hantam di Gigi Susu Canggu

Polres Badung saat ini masih mendalami lebih lanjut mengenai duduk perkara aksi baku hantam tersebut.

Tiga WNA & Sopir Taksi Terlibat Baku Hantam di Gigi Susu Canggu
Ilustrasi penganiayaan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 3 warga negara asing (WNA) terlibat aksi baku hantam dengan sopir taksi di depan Gigi Susu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara pada Senin (15/06/2026) pukul 15.35 WITA. Video mengenai kejadian tersebut sempat viral di media sosial dengan menampilkan aksi saling dorong dan adu pukulan.

Pejabat Sementara Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengungkapkan peristiwa tersebut bermula saat sopir taksi Blue Bird tersebut melintas di Jalan Batu Bolong dari arah selatan menuju utara.

Dalam perjalanannya, sopir tersebut diludahi oleh seorang WNA yang mengendarai sepeda motor. WNA tersebut merupakan bagian dari kelompok WNA berjumlah 3 orang yang sedang mengendarai dua unit sepeda motor Yamaha NMAX.

“Merasa tidak terima atas tindakan tersebut, sopir tersebut melakukan pengejaran terhadap WNA tersebut, hingga menyalip mereka dan berhenti di depan Gigi Susu di Jalan Pantai Batu Bolong,” ungkap Ayu dalam keterangannya, Rabu (17/06/2026).

Saat berada di depan Gigi Susu, seorang WNA berbaju putih turun dari motor yang dikendarainya dan memukul kaca belakang taksi tersebut. Sopir taksi itu lantas turun dari mobilnya dan terjadi adu mulut.

“Upaya peleraian sempat dilakukan oleh WNA yang mengenakan baju berwarna hitam, tetapi situasi tetap memanas,” tambahnya.

Selanjutnya, pada 15.37 WITA, WNA tersebut berupaya meninggalkan lokasi menuju arah utara. Namun, saat melintas, sopir taksi sempat memukul salah seorang WNA berbaju hitam yang berboncengan.

Karena tidak terima dengan tindakan tersebut, para WNA menghentikan kendaraannya dan terjadi aksi saling serang yang memicu keributan di depan Gigi Susu. Keributan semakin ramai setelah sejumlah pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang berada di sekitar lokasi turut mendatangi tempat kejadian.

“Keributan melibatkan beberapa orang dari kedua pihak sehingga situasi semakin ramai. Upaya peleraian dilakukan oleh petugas keamanan Gigi Susu dan situasi berhasil dikendalikan. Kedua pihak lantas membubarkan diri,” jelas Ayu.

Polres Badung berkesimpulan bahwa keributan dipicu oleh dugaan tindakan tidak menyenangkan yang berujung pada kontak fisik antara kedua belah pihak. Kejadian tersebut berkembang karena keterlibatan pengemudi ojek yang berada di sekitar lokasi.

Ayu mengungkap, saat ini Polres Badung masih mendalami lebih lanjut mengenai aksi baku hantam tersebut.

Baca juga artikel terkait PERKELAHIAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fadrik Aziz Firdausi