Menuju konten utama

Tiga Negara Bagian Amerika Setujui Ganja untuk Kesenangan

Pemilihan Umum Amerika Serikat (AS) pada Selasa (8/11/2016) tidak hanya dihelat untuk memilih pemimpin baru negara tersebut, tapi juga untuk mengukur dukungan terhadap beberapa isu, salah satunya mengenai pemakaian mariyuana atau ganja

Tiga Negara Bagian Amerika Setujui Ganja untuk Kesenangan
Ilustrasi Daun Ganja. [Foto/Shutterstock]

tirto.id - Pemilihan Umum Amerika Serikat (AS) pada Selasa (8/11/2016) tidak hanya dihelat untuk memilih pemimpin baru negara tersebut. Pemungutan suara juga dilakukan untuk mengukur dukungan terhadap beberapa isu, salah satunya mengenai pemakaian mariyuana atau ganja. Hasilnya, mayoritas masyarakat California, Nevada, dan Massachusetts mendukung pemakaian ganja untuk kesenangan.

Selain tiga negara bagian tersebut, ada pula North Dakota, Florida, Arkansas, dan Montana yang mendukung pemakaian ganja untuk kepentingan medis. Penggunaannya dikhususkan untuk beberapa jenis penyakit seperti kanker, AIDS, epilepsi, dan hepatitis c. Sebelumnya, sejak 20 tahun lalu, California telah melegalkan pemakaian ganja untuk kepentingan medis seperti dikutip dari Guardian.

Untuk pemakaian ganja dengan tujuan kesenangan atau rekreasional di California, usulan tertuang dalam Proposition 64 yang telah disetujui oleh masyarakat.

"Kami sangat gembira bahwa warga California setuju untuk mengakhiri aturan yang gagal soal larangan terhadap ganja," kata Nate Bradley, direktur eksekutif California Cannabis Industry Association.

"Proposition 64 akan memungkinkan California untuk menjadi tempat yang layak sebagai pusat inovasi, penelitian dan pengembangan ganja," lanjut Bradley.

Proposition 64 akan membuat masyarakat California berumur 21 tahun atau lebih dapat memindahkan, membeli, dan mengonsumsi ganja untuk tujuan rekreasional. Batas maksimal kuantitas yang diperbolehkan untuk itu adalah satu ons ganja. Orang-orang juga akan diperbolehkan menanam tanaman ganja maksimal sebanyak enam buah.

Selain itu, penjualan ganja secara ritel juga akan dimungkinkan dengan pajak sebesar 15 persen. Meskipun begitu, hanya penjual yang telah mendapatkan lisensi dari pemerintah negara bagian yang dapat memperdagangkan tanaman tersebut. Pemerintah California baru akan mulai menerbitkan lisensi pada 21 Januari tahun depan.

Dengan disetujuinya aturan-aturan tersebut, menurut Lynne Lyman dari Drug Policy Alliance, menjadi standar emas yang dapat ditiru negara bagian lain untuk ikut melegalkan ganja.

“Aturan baru ini berfokus mengurai bahaya yang paling mengerikan dari pelarangan ganja, yang berdampak pada komunitas kulit berwarna,” ujar Lyman. Aturan ini juga melindungi anak di bawah umur dengan menutup akses mereka terhadap ganja.

Meskipun begitu, ada pula respon kecewa dari pihak yang menolak aturan ini. "Kami, tentu saja, kecewa bahwa sebuah kepentingan materialistik di belakang rencana bisnis ganja ini berdampak pada kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat kita," kata Ken Corney, presiden California Police Chiefs Association.

"Kami akan melihat seluruh kelemahan dalam Proposition 64 yang akan berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan masyarakat……dan mulai mengembangkan solusi legislatif," lanjut Corney.

Baca juga artikel terkait GANJA atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh