tirto.id - Tepuk Sakinah untuk apa tengah menjadi salah satu pertanyaan yang banyak menyelimuti netizen Indonesia. Fenomena yang tampak sekilas seperti yel-yel unik tersebut, ditujukan bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Lantas, apakah Tepuk Sakinah wajib dilakukan oleh calon pengantin?
Baru-baru ini, jagat media sosial tengah dihebohkan dengan munculnya fenomena baru, yakni Tepuk Sakinah. Dalam beberapa video viral, tampak tiga anggota Kantor Urusan Agama (KUA) yang memperagakan gerakan hingga yel-yel unik Tepuk Sakinah.
Sebenarnya, gerakan dan yel-yel Tepuk Sakinah bukanlah suatu hal yang baru. Pasalnya, Tepuk Sakinah ini termasuk ke dalam salah satu program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dari Kementerian Agama (Kemenag). Gerakan tersebut juga biasanya dilakukan oleh dua pasangan yang akan melangsungkan pernikahan saat menjalani sesi bimbingan di KUA.
Singkatnya, gerakan dan yel-yel Tepuk Sakinah termasuk salah satu ice breaking yang ditujukan untuk memberikan suasana yang lebih menyenangkan dan akrab saat dua calon pengantin melakukan sesi bimbingan perkawinan di Kantor Urusan Agama.
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, sebut bahwa Tepuk Sakinah juga ditujukan agar calon pengantin memiliki pemahaman utuh mengenai poin-poin pilar yang menjadi penopang untuk membangun sebuah keluarga yang Sakinah.
Menukil laman resmi Bimas Islam Kemenag, Tepuk Sakinah dihadirkan sebagai inovasi kreatif dengan tujuan agar nilai-nilai keluarga sakinah mudah untuk dipahami dan diingat oleh calon pengantin. Meskipun gerakan dan yel-yelnya tampak unik, nyatanya Tepuk Sakinah memiliki makna yang menyisipkan lima pilar keluarga sakinah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjabarkan bahwa Bimwin (Bimbingan Perkawinan) dirancang sebagai pembekalan bagi calon pengantin agar siap lahir batin dalam membangun bahtera rumah tangga.
"Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup," jelas Abu Rokhmad, dikutip Tirto.id, Jumat (26/9/2025).
Adapun kelima pilar yang dimaksud mencakup Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh), Mu'asyarah Bil Ma'ruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), Musyawarah, serta Taradhin (saling ridha).
Terlepas dari urgensi tersebut, lantas apakah Tepuk Sakinah termasuk bagian wajib yang harus dilakukan oleh setiap pasangan yang melakukan sesi bimbingan di KUA? Simak jawaban lengkapnya berikut.
Teks Tepuk Sakinah KUA yang Viral Liriknya Bagaimana?
Lirik Tepuk Sakinah
Berpasangan
Berpasangan
Berpasangan
(tepuk 3 kali)
Janji kokoh
Janji kokoh
Janji kokoh
(tepuk 3 kali)
Saling cinta
Saling hormat
Saling jaga
Saling ridho
Musyawarah untuk sakinah
Apakah Tepuk Sakinah Wajib Bagi Calon Pengantin?
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengingatkan bahwa Tepuk Sakinah bukanlah sesuatu hal yang wajib dihafalkan maupun dilakukan oleh calon pengantin. Gerakan dan yel-yel di dalamnya hanya ditujukan sebagai strategi untuk mencairkan suasana serta pemahaman mengenai lima pilar keluarga sakinah menggunakan konsep yang lebih menyenangkan.
“Jadi tidak menjadi sebuah keharusan yang harus semuanya hafal, hanya strategi saja untuk dalam pelatihan-pelatihan dalam bimbingan keluarga sakinah,” ujar Thobib saat ditemui di Gedung Antara Heritage, Jakarta pada Kamis (25/9/2025).
Sesuai ulasan sebelumnya, Tepuk Sakinah menjadi gerakan representatif dengan syair singkat yang menyisipkan lima pilar perkawinan. Nantinya, pilar-pilar tersebut akan menjadi pondasi untuk membangun rumah tangga yang harmonis, saling melengkapi, dan jalan meraih ridha Allah SWT.
Agar poin-poin pilar utama tersebut dapat dipahami dengan utuh, serta tentunya diingat dengan mudah, Kementerian Agamakemudian membuat inovasi sederhana lewat Tepuk Sakinah yang menjadi bagian dari sesi bimbingan perkawinan.
Dalam implementasinya, gerakan dan yel-yel Tepuk Sakinah disebut cukup efektif lantaran mampu membangun suasana yang lebih positif, hingga menanamkan nilai-nilai penting dengan konsep yang lebih menyenangkan dan mudah untuk dipahami.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































