Menuju konten utama

Temui Wamensos, Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Pemerintah

Kemensos telah menyalurkan bantuan pemulihan pascabencana ke Aceh Tamiang dalam dua tahap. Totalnya mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Temui Wamensos, Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Bantuan Pemerintah
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Armia Fahmi saat menghadiri audiensi di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (FOTO/dok.Kemensos)

tirto.id - Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Armia Fahmi, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan pemulihan pascabencana yang selama ini disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Menurut dia, bantuan tersebut memberi dukungan besar kepada warga Aceh Tamiang untuk bangkit usai bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu.

"Dengan stimulan [bantuan] yang disalurkan oleh Kemensos, ini sangat membantu mereka [masyarakat]," kata Armia saat bertemu Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).

Dia menambahkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, jumlah korban terdampak bencana banjir besar di daerah itu mencapai 75 ribu Kepala Keluarga (KK). "Kami perkirakan untuk KK yang terkena atau menjadi korban banjir ada sebanyak 75 ribu," ujarnya.

Sejauh ini, Kemensos sudah menyalurkan sejumlah jenis bantuan pemulihan pascabencana ke Aceh Tamiang. Di antaranya bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian rumah, stimulan sosial ekonomi, dan santunan bagi korban luka berat dan meninggal dunia. Semua bantuan itu dicairkan dalam dua tahap.

Di tahap pertama, total bantuan yang disalurkan oleh Kemensos kepada warga terdampak bencana di Aceh Tamiang senilai Rp128.499.300.000.

Secara terperinci, Kemensos menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi 47.638 jiwa senilai Rp64.311.300.000; bantuan isi hunian sebesar Rp22.743.000.000 kepada 7.581 KK; bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp37.905.000.000 untuk 7.581 KK; dan santunan ahli waris kepada 236 jiwa dengan total nilai Rp3.540.000.000.

Adapun bantuan tahap kedua telah disalurkan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Aceh Tamiang pada Jumat (10/4/2026) lalu. Total nilai bantuan tahap kedua ini mencapai Rp76.688.800.000.

Penyaluran tahap kedua tersebut meliputi bantuan jaminan hidup bagi 20.908 jiwa senilai Rp28.225.800.000; bantuan isi hunian 5.941 KK sebesar Rp17.823.000.000; bantuan stimulan sosial ekonomi senilai Rp29.705.000.000 untuk 5.491 KK; dan santunan bagi korban luka berat sebanyak 187 jiwa dengan nilai Rp935.000.000.

Ke depan, penyaluran bantuan pemulihan pascabencana untuk wilayah di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan terus dilakukan.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar penanganan dan pemulihan korban bencana di Sumatera dilakukan dengan cepat. "Karena perintahnya Pak Presiden kan cepat ya, perintahnya Pak Menteri juga harus cepat," kata dia.

Dia menambahkan, Kemensos memilah penanganan dampak bencana di Sumatera dalam dua tahap. Awalnya, di masa tanggap darurat, Kemensos berfokus pada penyaluran bantuan logistik, pendirian shelter, dan evakuasi warga terdampak.

Setelah itu, pada masa rehabilitasi atau pemulihan pascabencana, Kemensos menyalurkan bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian rumah, dan stimulan sosial ekonomi.

"Di luar itu pun, kita punya bantuan reguler, baik Bansos per 3 bulan maupun PKH, jadi di Aceh itu kita memberikan dukungan darurat dan dukungan reguler," tambahnya.

Sebagai informasi, pertemuan ini turut dihadiri Wakil Bupati Banggai Fuqanuddin Masulili, Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya, Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang Muhammad Yani, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis