Tarif Tol Trans Jawa Bisa Turun Asal Ada Insentif dari Pemerintah

Oleh: Hendra Friana - 7 Februari 2019
Penurunan tarif tol Trans Jawa memungkinkan sepanjang pemerintah memberikan insentif, karena badan usaha jalan tol perlu menjaga pengemalian investasi.
tirto.id - Kelurahan para pengusaha logistik terkait tarif Tol Trans Jawa yang mahal, ditanggapi oleh pengelola jalan tol. Pengusaha mengeluhkan tarif mencapai tol Trans Jawa sebesar Rp1,3 juta untuk truk, sehingga saat ini truk kembali melintasi jalur arteri.

Corporate Finance Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Eka Setia Adrianto menyampaikan, tarif jalan tol bakal diturunkan asal ada insentif dari pemerintah agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tidak merugi.

"Harus ada insentifnya, agar returnya (pengembalian modal) terjaga. Jadi win-win lah. Kalau deal itu, agar sama sama senang," ujar dia saat ditemui di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2019).


Eka juga menyampaikan, penentuan tarif oleh Jasa Marga sudah memperhitungkan biaya investasi yang dikeluarkan untuk mendapatkan konsesi atau hak kelola tol.

Semakin panjang konsesi yang diberikan, kata dia, tarif tol yang dibebankan kepada pengguna jalan dapat ditekan agar makin terjangkau.

"Misal akhirnya konsesi kita diperpanjang. Tapi kalau konsesi itu kan dipotong terus. Masa mau konsesinya diperpanjang, mau berapa lama, masa mau 100 tahun konsesinya?" ujar dia.

Ia mencontohkan, Tol Ngawi-Kertosono yang bisa dipatok sebesar Rp1.200 per km, meski pemerintah meminta tarif Rp1.000 per km.

"Lalu, konsesinya dari 35 [tahun] ke 50 [tahun], returnya terjaga. Itu kan win-win (saling menguntungkan) tuh, tapi belum tentu semua ruas bisa di treatment sama," ucap dia.

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan besarnya tarif yang dikenakan untuk angkutan golongan V (truk dengan lima gandar atau lebih) di ruas tol Trans Jawa. Mereka ingin tarif tol Trans Jawa untuk golongan V turun 20 persen.


Baca juga artikel terkait TOL TRANS JAWA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Zakki Amali