Susunan Kabinet Jokowi Jilid 2 & Kriteria Menteri yang Dibutuhkan

Oleh: Abdul Aziz - 19 Oktober 2019
Dibaca Normal 3 menit
Jokowi mengatakan sudah menyusun kabinet kerja jilid 2 yang akan membantu dia dan Ma'ruf Amin lima tahun ke depan.
tirto.id - Bursa kabinet kerja jilid II pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin makin santer diperbincangkan menjelang pelantikan presiden-wakil presiden, pada 20 Oktober 2019. Bahkan beredar “bocoran” susunan menteri periode 2019-2024 yang membuat Jokowi buka suara.

Dalam unggahan di Instagram, Jokowi menyatakan telah menerima beberapa versi “bocoran” nama-nama menteri tersebut. “Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran,” tulis Jokowi di akun resmi Instagram @jokowi, pada Kamis (17/10/2019).

Mantan gubernur DKI itu menegaskan susunan kabinet pemerintahan untuk periode kedua sudah selesai disusun dan akan diumumkan setelah pelantikan dirinya dan Ma'ruf Amin, pada 20 Oktober 2019.

Dia pun menyatakan Indonesia tidak kekurangan orang yang mampu memimpin kementerian dan lembaga, serta siap mengabdi kepada bangsa.

Jokowi sehari sebelumnya juga mengatakan, calon menteri yang akan membantu dia dan Ma'ruf Amin lima ke depan berasal dari komposisi 55:45. Sebanyak 55 persen dari menteri di kabinet baru itu berasal dari kalangan profesional.

Selain itu, Jokowi menyebutkan di kabinet kerja jilid II nanti, masih akan ada muka-muka lama yang menduduki jabatan menteri.

“Ya ada lah [menteri] yang lama ada, [menteri] yang baru banyak,” kata Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019), seperti dilansir dari Antara.

“Belum dihitung persentasenya,” jawab dia kepada wartawan saat ditanyakan berapa persentase wajah baru dan wajah lama dalam kabinet.

Jokowi juga sempat berbicara soal calon menterinya yang akan diisi kalangan generasi muda, bahkan yang berusia di bawah 30 tahun. Namun, ia tidak merinci berapa jumlahnya.

“Pengumuman ya secepatnya setelah pelantikan, nomenklatur (kementerian) juga ada yang baru,” kata Jokowi menambahkan.


Prediksi Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II


Pernyataan Jokowi memang tidak memberikan detail informasi soal susunan kabinet kerja jilid 2. Akan tetapi, ia memberikan “bocoran” soal orang-orang baru dan anak muda yang akan membantu dia dan Ma'ruf Amin selama lima tahun ke depan.

Pengamat politik pun telah memprediksi beberapa nama calon menteri yang akan masuk bursa. Dekan Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Erwan Agus Purwanto misalnya memprediksi ada tiga menteri dari kalangan profesional yang berpeluang besar kembali masuk kabinet.

Menurut Erwan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono adalah salah satunya. Hal ini mengingat prestasinya di pembangunan infrastruktur yang menjadi andalan pemerintahan Jokowi-JK periode 2014-2019.

Erwan juga memperkirakan Menteri Susi Pudjiastuti tetap akan menjadi pilihan Jokowi. Menteri ketiga yang berpeluang kembali masuk kabinet, tambah Erwan, adalah Menlu Retno Marsudi.

“Karena keberhasilan beliau [Retno], salah satunya soal diplomasi luar negeri,” ujar Erwan saat dihubungi Tirto, Selasa (15/10/2019).

Selain dari kalangan profesional, Jokowi juga akan memilih calon menteri dari kader parpol koalisi. Belakangan Jokowi juga membuka peluang bagi Gerindra dan Demokrat yang pada Pilpres 2019 lalu menjadi lawan politiknya.

Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak bahkan menyebut nama Waketum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang akan disodorkan partai berlambang garuda itu kepada Presiden Joko Widodo.

Edhy disebut akan menempati pos menteri pertanian, sesuai konsep yang ditawarkan Partai Gerindra kepada Jokowi.

“Kandidatnya banyak, banyak lah. Nama Bang Edhy Prabowo mungkin [akan disodorkan ke Jokowi]," kata Dahnil di sela-sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019).

Sementara Partai Demokrat menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, putra sulung Bambang Susilo Yudhoyono (SBY) sebagai calon menteri.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, pihaknya memang menyiapkan AHY jika diminta ke kabinet. Namun, Syarief menyerahkan kepada Jokowi mengenai posisi AHY nantinya.

“Tergantung Pak Presiden, mau [AHY] ditempatkan di mana ya silakan,” kata Syarief di Jakarta, Kamis (10/10/2019).


Kriteria Menteri yang Dibutuhkan


Sementara terkait kriteria calon menteri, Ketua DPD Perhimpunan Bravo-5 Lampung Dr Andi Desfiandi MA mengatakan figur kabinet mendatang harus diisi orang-orang yang memiliki kompetensi mumpuni, berintegritas baik, dan bersih.

“Selain itu, jauh dari korupsi dan proksi asing, serta bersedia 1 kali 24 jam selama 365 hari dalam lima tahun sepanjang 2019-2024 mendatang, banting tulang bagi kemajuan Indonesia. Baik itu yang Presiden Jokowi pilih dari parpol maupun profesional,” kata dia di Bandarlampung, seperti dikutip Antara, Sabtu (19/10/2019).

Andi mengatakan para calon menteri harus bisa mengawal dan mengeksekusi kebijakan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan baik. Ia juga meminta semua pihak mendoakan dan dukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf agar berjalan sesuai harapan rakyat Indonesia.

Menurut dia, semua komponen bangsa saatnya bersatu dan berbuat kebaikan untuk bangsa dan negara. Apalagi, menurut dia, di tengah ancaman depresi ekonomi dunia yang pasti akan memengaruhi situasi ketahanan ekonomi Indonesia.

“Terbukti, setiap kegaduhan politik berkepanjangan cenderung lebih banyak akan memperburuk stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia,” kata dia.



Sementara itu, Muzzamil salah seorang aktivis 98 mengatakan terkait kabinet baru atau pemerintahan baru, Jokowi-Ma'ruf Amin, harus diisi oleh orang-orang yang memiliki semangat membangun negeri.

“Pembantu presiden harus memiliki semangat baru, kolektif kerja baru, dan nomenklatur kementerian baru, tantangan baru, tetapi tetap dibaluti dengan kedalaman strategis kombinatif, penerus kabinet kerja,” kata dia.

Hal tersebut, kata Muzammil, selaras dengan keinginan Presiden Jokowi yang notabene petahana, bahwa akan tancap gas sesaat usai kabinet terbentuk. Menurut dia, anggota kabinet baru tak perlu ragu ikuti ritme "gercep", gerak cepat RI-1.

“Saya termasuk yang meyakini dua hal terkait komposisi kabinet ini. Yakni, zaken kabinet dan kabinet milenial. Adapun tarik ulur konfigurasi menteri asal parpol, akan larut dengan sendirinya,” kata Muzammil.

Menurut Muzammil, ciri khusus model kepemimpinan politik partisipatif-teknokratik Jokowi-Ma'ruf Amin ini, dengan sendirinya bakal menenggelamkan hasrat terselubung kepentingan partisan di dalamnya.

Muzammil mengingatkan pidato Visi Indonesia oleh Jokowi, pada 16 Juni 2019 yang menyebut “Saya lima tahun ke depan Insya Allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kami kerjakan,” kata Jokowi saat itu.


Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Abdul Aziz
(tirto.id - Politik)

Penulis: Abdul Aziz
Editor: Agung DH
DarkLight