Menuju konten utama

Survei: Grab Berkontribusi Rp48,9 Triliun Pada Ekonomi Indonesia

GrabBike, GrabCar, GrabFood dan Kudo menyumbangkan Rp48,9 triliun terhadap ekonomi Indonesia pada 2018.

Survei: Grab Berkontribusi Rp48,9 Triliun Pada Ekonomi Indonesia
Ilustrasi pengemudi Grab. tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Servei CSIS dan Tenggara Strategics menemukan bahwa perkiraan kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia mencapai Rp48,9 triliun tahun 2018.

CSIS dan Tenggara Strategics melakukan survei di 5 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar untuk mengukur bagaimana inovasi teknologi Grab meningkatkan potensi sektor ekonomi informal di Indonesia.

Survei CSIS dan Tenggara Strategics mencakup empat lini usaha Grab, yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood dan Kudo.

“Kontribusi ekonomi Grab menunjukkan potensi yang dimiliki oleh ekonomi digital, khususnya untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup para pelaku ekonomi pada tingkat mikro” kata Lionel Priyadi, tim peneliti dan ekonom senior Tenggara Strategics.

"Potensi ekonomi tersebut bermanfaat tidak hanya bagi UMKM, tetapi juga para pekerja individu yang berada di sektor informal. Bila dikelola dengan baik, ekonomi digital dapat menjadi salah satu tumpuan masa depan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Indonesia."

Angka kontribusi ekonomi yang hampir mencapai Rp49 triliun itu diestimasi dari survei terhadap 3.418 responden yang dilakukan dari November hingga Desember 2018.

Lini usaha Grab yang paling berkontribusi pada ekonomi Indonesia yaitu GrabFood sebesar Rp20,8 triliun, diikuti oleh GrabBike dan GrabCar masing-masing Rp15,7 triliun dan Rp9,7 triliun. Kudo melalui jaringan agennya menciptakan kontribusi ekonomi sebesar Rp2,7 triliun.

“Pendapatan yang ada di dalam sektor informal di Indonesia sangat rendah, dan bahkan lebih rendah daripada UMP. Salah satu penyebabnya adalah karena rendahnya permintaan terhadap produk dan jasa sektor informal,” kata ketua tim peneliti, Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi CSIS.

"Penggunaan dan pemanfaatan teknologi, dalam hal ini Grab, dapat membantu mempertemukan dan menghasilkan permintaan terhadap produk dan jasa pekerja informal tersebut, sehingga pendapatan yang didapatkan bisa meningkat."

Survei itu menemukan bahwa Grab menawarkan kesempatan berusaha yang atraktif dan berkualitas pada sektor informal, mendorong mereka yang menganggur untuk meningkatkan potensi ekonominya.

GrabBike dan GrabCar secara inklusif menyediakan kesempatan bagi mitra-mitra usia paruh baya yang berusia lebih dari 40 tahun untuk memberikan kesempatan berusaha yang sama dengan pekerja usia muda.

Data mencatat, terdapat 29 persen mitra GrabBike dan 36 persen mitra GrabCar yang berusia lebih dari 40 tahun.

Baca juga artikel terkait GRAB

tirto.id - Bisnis
Sumber: Siaran Pers
Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH