Menuju konten utama

Stok Hewan Kurban 2,2 Juta Ekor, Kementan: Permintaan Naik 11-13%

Kementan sebut stok hewan kurban capai 2.205.660 ekor. Permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan sebesar 11-13 persen dibandingkan tahun 2021.

Stok Hewan Kurban 2,2 Juta Ekor, Kementan: Permintaan Naik 11-13%
Pedagang menggiring sapi di pasar hewan Tertek, Kediri, Jawa Timur, Senin (23/5/2022). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.

tirto.id - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melaporkan bahwa stok khusus hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah atau 2022 Masehi sebesar 2.205.660 ekor. Kementan juga mengeklaim permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan sebesar 11-13 persen dibandingkan tahun 2021.

“Stok khusus hewan kurban tahun ini adalah 2.205.660 ekor. Kami sampaikan bahwa permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan sebesar 11 sampai 13 persen dibandingkan tahun 2021,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri dalam konferensi pers daring bertajuk “Update Perkembangan Penanganan PMK 14 Juni 2022, yang diunggah melalui YouTube Kementerian Pertanian RI pada Selasa (14/6/2022) sore.

Dia membeberkan neraca ketersediaan hewan kurban nasional 2022 per 10 Juni. Stok sapi untuk hewan kurban sampai saat ini sejumlah 822.266 ekor, stok kerbau untuk hewan kurban sejumlah 27.179 ekor, stok kambing untuk hewan kurban sejumlah 952.390 ekor, dan stok domba untuk hewan kurban sejumlah 403.826 ekor.

Lanjut Kuntoro, data kebutuhan hewan kurban sampai dengan hari ini (14/6/2022) sebesar 1.814.402 ekor. Dengan rinciannya yaitu sapi butuh 696.574 ekor, kerbau 19.652 ekor, kambing 733.784 ekor, dan domba 364.393 ekor.

“Pemerintah sangat optimis memiliki surplus hewan kurban sejumlah 391.258 ekor,” kata dia.

Kuntoro pun menyebut bahwa pemerintah melalui Kementan berkomitmen untuk tidak menghambat serta tidak menyulitkan pergerakan dan pasokan hewan ternak khususnya menyambut Iduladha tahun ini.

“Melalui kesempatan ini, kami sampaikan bahwa Kementan berkomitmen untuk tidak menghambat dan tidak menyulitkan pergerakan dan pasokan hewan ternak khususnya menyambut Iduladha 1443 Hijriah,” ucap dia.

Untuk beberapa provinsi yang masih minus atau defisit, kata Kuntoro, hewan kurban akan dipenuhi dari daerah yang surplus melalui rekayasa lalu lintas hewan kurban baik melalui jalur darat dalam satu pulau maupun jalur laut dan pintu masuk pelabuhan daerah hijau.

“Sebagai contoh, Kementan telah melakukan perubahan cara distribusi ternak dari NTT [Nusa Tenggara Timur] dan NTB [Nusa Tenggara Barat], yang biasanya menggunakan truk melalui Jawa Timur, dirubah menggunakan tol laut,” tutur dia.

Kuntoro menambahkan, hingga saat ini telah diangkut lebih dari 9.000 ekor sapi Provinsi NTT dan Provinsi NTB ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) melalui Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Baca juga artikel terkait STOK HEWAN KURBAN atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri