tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp254,4 triliun atau setara 36,6 persen dari pagu Rp695,2 triliun. Angka itu merupakan realisasi per 16 September 2020.
“Terjadi akselerasi terus menerus dari Agustus, September saat tiap kementerian/lembaga diminta meningkatkan kemampuan penyerapan anggaran,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (22/9/2020).
Adapun secara lebih rinci, anggaran kesehatan baru terealisasi Rp18,45 triliun. Angka itu setara 21,07 persen dari pagu Rp87,55 triliun. Anggaran perlindungan sosial baru terealisasi Rp134,45 triliun atau setara 65,94 persen dari pagu Rp203,91 triliun.
Anggaran sektoral/pemda baru terealisasi Rp20,53 triliun, 19,63 persen dari pagu Rp106,05 triliun. Dukungan bagi UMKM baru terealisasi Rp58,74 triliun atau 47,57 persen dari target Rp123,47 triliun.
Pembiayaan korporasi tercatat masih nol persen realisasinya lantaran kendala beleid dan pemerintah belum siap menyalurkannya dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman modal kerja ke BUMN. Anggaran insentif usaha berupa keringanan pajak baru terealisasi Rp22,23 triliun atau 18,43 persen dari target Rp120,61 triliun.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan memonitor penyerapan anggaran agar berjalan lancar hingga akhir tahun. Harapannya, jika penyerapan anggaran berjalan dengan baik maka pemerintah dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di Q3 2020 agar tidak terkontraksi terlalu dalam.
“Kami akan terus melakukan monitoring ketat dan detail dan memberi masukan bila kami melihat ada pos tidak bergerak sesuai perencanaan, membantu masyarakat dunia usaha sesuai direncanakan,” ucap Sri Mulyani.
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz