Menuju konten utama
Dampak Pandemi Corona

Sri Mulyani Sebut COVID-19 Masih akan Hambat Pemulihan Ekonomi 2021

Menkeu Sri Mulyani bilang COVID-19 dipastikan masih akan berlanjut hingga semester 1 2021 dan menjadi penghambat.

Sri Mulyani Sebut COVID-19 Masih akan Hambat Pemulihan Ekonomi 2021
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara (kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pandemi COVID-19 akan menjadi penghalang utama pemulihan ekonomi di semester 1 2021. Ia bilang COVID-19 dipastikan masih akan berlanjut hingga semester 1 2021 nanti.

“Sebetulnya semester 1 tahun depan kami tidak bisa asumsikan pemulihan yang full power ‘kekuatan penuh’ karena pasti COVID-19 masih akan menjadi salah satu faktor yang menahan pemulihan,” ucap Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (2/9/2020).

Sri Mulyani bilang dampak dari keberadaan COVID-19 di semester I 2021 nantinya akan memengaruhi konsumsi dan investasi dengan konsekuensi terjadi pelemahan. Ia bilang kedua komponen itu memegang porsi 56,6 persen PDB dan 32,3 persen PDB pada 2019.

“Karena pengaruh COVID-19 masih belum sepenuhnya akan dikeluarkan di semester 1 tahun depan, maka kami memprediksi pembeliannya tidak akan terjadi dengan secara full power,” ucap Sri Mulyani.

Sementara itu kehadiran pandemi COVID-19 dipastikan juga masih akan dialami negara-negara dunia. Ia bilang pada kondisi itu, perekonomian dunia belum akan pulih sepenuhnya sehingga memengaruhi kinerja ekspor-impor Indonesia. Keduanya memegang porsi 18,4 persen dan 18,9 persen PDB di 2019.

Sebaliknya, pemerintah meyakini pada 2021 nanti vaksin dapat menjadi faktor pendorong pemulihan ekonomi. Hanya saja dampaknya menurut Sri Mulyani baru akan terasa pada semester 2 2020. Sebab pada saat itu, vaksin sudah relatif siap diproduksi, didistribusikan dan divaksinasi secara merata.

Keberadaan vaksin ini juga menentukan seberapa mungkin target pertumbuhan 4,5-5,5 persen selama 2021 bisa tercapai. Hal yang sama juga berlaku untuk prediksi lembaga dunia seperti IMF yang mengestimasi RI bisa tumbuh 6,1 persen.

“Jadi kami akan sangat bergantung pada pemulihan pada semester kedua dan ini memberikan pengaruh terhadap seberapa tinggi pemulihan di tahun 2021,” ucap Sri Mulyani.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz