Menuju konten utama

Soal Investor IKN, Bahlil: Tom Lembong Halusinasi Tingkat Tinggi

Menurut Bahlil, rancangan investasi di IKN sekitar Rp500 triliun dan Thomas Lembong hanya halusinasi saat menyebut investor banyak tak tertarik dengan IKN. 

Soal Investor IKN, Bahlil: Tom Lembong Halusinasi Tingkat Tinggi
Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia berjalan menuju Kantor Presiden untuk menyampaikan keterangan pers usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima delegasi Korea Selatan, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/5/2023). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.

tirto.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia menyebut, Co-Captain Timnas AMIN, Thomas Lembong, berhalusinasi tinggat tinggi lantaran menyebut investor banyak tak tertarik dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Sahabat saya ini kadang-kadang halunisasi tingkat tinggi," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (24/1/2024).

Menurut Bahlil, total rancangan investasi di IKN sekitar Rp500 triliun. Dia membeberkan bahwa negara menyisihkan 20 persen APBN untuk pembangunan ibu kota baru tersebut.

"Pertama saya katakan bahwa total rancangan investasi di IKN itu kurang lebih Rp500 triliun, di mana kebijakan negara 20 persen dari APBN," kata Bahlil.

Menteri Investasi itu juga menambahkan, sejumlah fasilitas publik hingga kesehatan dibangun oleh investor, di antaranya seperti rumah sakit, hotel, taman, dan area kebugaran.

"Bangun hotel kan bukan dibangun pemerintah. Rumah sakit bukan dibangun pemerintah, semua investor. Olahraga, taman, itu swasta semua, dan tahap pertama, klaster pertama yang disebut ring 1," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga membandingkan kinerjanya di BKPM dengan kinerja Tom Lembong di kementerian yang sama. Menurut Bahlil, kinerja Lembong tak sebaik dirinya.

"Jadi ini perbandingan antara pejabat [BKPM] terdahulu yang tamatan Harvard, yang sekolahnya hebat, dan pejabat sekarang yang tamatannya di STIE Port Numbay, Jayapura. Ini datanya objektif aja," kata Bahlil.

Bahkan, Menteri Investasi itu juga membedakan kinerja Tom Lembong saat memimpin. Saat itu, menurutnya, Lembong tak mampu melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Baca juga artikel terkait IBU KOTA NUSANTARA atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - News
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Irfan Teguh Pribadi