Soal Hoaks dan UU Terorisme, Wiranto Dinilai Panik Terkait Golput

Oleh: Felix Nathaniel - 21 Maret 2019
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menyatakan klaim penyebar hoaks bisa ditindak dengan UU Terorisme menunjukkan Wiranto panik karena tingginya angka golput di Pemilu 2019.
tirto.id - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto adalah sesuatu yang keliru. Wiranto sempat menyebut bahwa penyebar hoaks bisa ditindak dengan Undang-Undang Terorisme.

Haris menyatakan bahwa pernyataan itu menunjukkan Wiranto panik karena tingginya angka golput di pemilu serentak 2019. Oleh sebab itu, dia menyalahkan hoaks sebagai satu tindakan terorisme. Dia menganggap hoaks adalah penyebab orang memilih golput.

"Jadi itu pernyataan ngaco, panik dan menunjukkan ketidakcerdasan sebagai pejabat negara. Jadi ngaco karena nggak ada basis argumentasi yang jelas. Panik karena jagoannya merasa terancam oleh orang-orang golput," kata Haris ketika dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019).

Dia menilai Wiranto seharusnya bisa meminta jajarannya untuk mengumpulkan data dan tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial seperti itu.

"Terus bagaimana dengan psikologi korban yang terteror oleh pelaku pelanggar HAM sebagai Menko? Itu kan juga teror psikologis," kata Haris lagi.

Haris menggarisbawahi apabila Jokowi panik menjelang Pilpres 2019, seharusnya tindakan dia bukan mengarahkan atau membiarkan Wiranto blunder, tetapi menggantinya dengan orang lain.

"Yang pertama sih seharusnya Jokowi kalau mau aman copot dulu dia jadi menteri itu biar enggak bikin kacau. Jadi pernyataan-pernyataannya dia yang bikin kacau sebenarnya. Kalau Jokowi mau menang copot dulu dia jadi menteri itu," katanya lagi.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri