Menuju konten utama

Sinopsis Buku Pintar Hari Akhir yang Bisa Dibaca Jelang Buka Puasa

Buku Pintar Hari Akhir yang ditulis oleh tiga penulis bisa dipinjam di website Online Public Access Catalog Perpustakaan Nasional RI. 

Sinopsis Buku Pintar Hari Akhir yang Bisa Dibaca Jelang Buka Puasa
Buku Pintar Hari Akhir. foto/Goodreads

tirto.id - Buku Pintar Hari Akhir atauAl-Yawm al-Akhir fi al-Qur'an al-'Azhim wa al-Sunnah Al-Muthahharah merupakan buku hasil kolaborasi dari tiga penulis.

Tiga penulis itu ialah Al-Muthairi, Abdul Muhsin Husnil, dan M. Zaenal Arifin. Dalam Buku Pintar Hari Akhir, Abdul Muhsin Al-Muthairi berkontribusi sebagai penulis bagian Alqur'an dan hadis.

Kemudian, Zaenal Arifin sebagai penerjemahnya dan editornya ialah M. Husnil. Buku dengan jumlah 720 halaman ini diterbitkan pada November 2012 oleh Zaman sebagai Penerbitnya.

Kendati begitu, melansir dari lamanGramedia Digital, rupanya Abdul Muhsin al-Muthairi di 2015 sempat menerbitkan ulang Buku Pintar Hari Akhir dengan Serambi Ilmu Semesta sebagai Penerbitnya dan dijual dengan harga Rp29 ribu.

Di samping itu, buku Pintar Hari Akhir yang ditulis oleh tiga penulis bisa dipinjam di website Online Public Access Catalog Perpustakaan Nasional RI.

Website atau laman tersebut menyediakan beragam buku yang dibutuhkan dan bisa dipinjam secara gratis. Dua buku itu sama-sama membahas tentang bekal memasuki alam baru, kehidupan baru, tatanan, dan ukuran baru.

Ukuran baru yang dimaksud ialah akhirat. Selain berbeda dipenerbitnya, buku yang hanya ditulis oleh Abdul Muhsin al-Muthairi juga berbeda dijumlah ketebalannya, yaitu mencapai 722 halaman.

Buku Pintar Hari Akhir merupakan karya nonfiksi yang diketahui memiliki identitas International Standard Book Number (ISBN) 9789790243316.

Sinopsis Buku Pintar Hari Akhir

Dikutip dari lamanGoodreeds,Buku Pintar Hari Akhir memberikan banyak bekal tentang akhirat. Diceritakan kalau suatu hari ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi.

“Kapankah hari akhir itu terjadi?” Namun bukannya menjawab, Nabi balik bertanya, “Apa yang sudah kau lakukan untuk menghadapinya?”

Kemudian, seorang sahabat itu pun menjawab “Tidak ada, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya,”. Mendengar hal itu, Nabi menimpali dengan “Kalau begitu, kelak kau akan berkumpul bersama yang kaucintai.”

Dari dialog itu manusia disadarkan dengan pertanyaan refleksi seperti "Maukah kita berkumpul bersama Nabi kelak?" Bagai sebuah retorika, tentu manusia mau berkumpul bersama Nabi suatu hari nanti.

Lantas, sudah semestinya manusia mempesiapkan diri sejak dini atau dengan kata lain sejak di dunia ini.

Selain itu, pertanyaan refleksi di atas juga merekam sebuah pesan penting tentang persiapan menjelang hari akhir, yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Bagaimana cara mencintai Allah dan Rasul? Salah satunya adalah membekali diri dengan pengetahuan tentang Hari Akhir berdasarkan Al-Quran dan Hadis, dua sumber pengetahuan yang tak mungkin terbantahkan.

Dipercaya kalau tanpa pengetahuan itu, manusia akan sulit memperoleh gambaran tentang cara melewati kehidupan ini. Dengan adanya persiapan, manusia bisa menjalani kehidupan dengan baik.

Segala sesuatu yang baik, tentu akan menghasilkan yang baik pula. Melalui Buku Pintar Hari Akhir, Abdul Muhsin al-Muthairi merangkum semua pengetahuan itu secara lengkap.

Penulisnya menggambar­kan secara sistematis perjalanan manusia dan suasananya mulai dari maut, alam barzakh, kebangkitan, mahsyar, syafaat, mizan, shirath (jembatan), sampai akhirnya surga dan neraka.

Baca juga artikel terkait HIBURAN atau tulisan lainnya dari Ega Krisnawati

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Nur Hidayah Perwitasari