Sejarah Perumus Naskah Proklamasi dan Tokoh Penting di Dalamnya

Kontributor: Endah Murniaseh, tirto.id - 16 Agu 2021 13:53 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Berikut tokoh penting perumus naskah proklamasi sebagai tanda kemerdekaan bangsa Indonesia.
tirto.id - Proklamasi kemerdekaan merupakan peristiwa yang penting bagi negara Indonesia. Dengan dibacakannya proklamasi pada 17 Agustus 1945 itu, maka penjajahan Jepang atas Indonesia resmi berakhir.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia diawali dengan adanya peristiwa bom atom di Hiroshima serta Nagasaki oleh sekutu pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Akibat peristiwa ini, Kaisar Hirohito mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Golongan muda Indonesia yang mendengar kabar tersebut langsung mendesak Soekarno dan Hatta untuk memanfaatkan situasi ini, guna menyatakan proklamasi. Namun keinginan tersebut ditolak oleh golongan tua.


Golongan tua meminta untuk menunggu hingga 24 Agustus, saat ditetapkannya Marsekal Terauchi untuk kemerdekaan Indonesia.

Hingga akhirnya, pada 15 Agustus 1945, para pemuda di bawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, serta Wikana bersepakat untuk mengamankan Sukarno, Hatta, beserta Fatmawati dan Guntur ke Rengasdengklok dengan harapan mereka menuruti keinginan golongan muda.

Namun rencana tersebut tidak berjalan mudah, hingga 16 Agustus 1945, tidak terdapat kesepakatan apa pun. Hingga akhirnya Ahmad Soebardjo datang untuk membujuk para pemuda agar melepaskan Sukarno dan Hatta.

Golongan muda pun setuju, namun meminta jaminan kepada Soebarjo agar proklamasi akan terjadi besok, tanggal 17 Agustus 1945.


Tokoh Penting Perumus Naskah Proklamasi

Mengutip laman Cagar Budaya Kemdikbud, pada 17 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, naskah proklamasi mulai disusun dan selesai pada pukul 05.00 WIB. Naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh penting, yaitu Sukarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Paragraf pertama teks proklamasi diusulkan oleh Ahmad Soebardjo, sedangkan paragraf kedua merupakan usulan dari Mohammad Hatta.

Setelah itu, naskah proklamasi ditulis tangan oleh Sukarno. Naskah tersebut ditulis di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori, yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat.


Selanjutnya, naskah dimintakan persetujuan kepada kurang lebih 40 orang dalam forum sidang. Setelah disetujui, naskah selanjutnya disalin dan diketik oleh Sayuti Melik.

Sempat dibuang karena dianggap tidak diperlukan lagi, naskah tulisan tangan ini kemudian diambil dan disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah sebagai dokumen pribadi.

Hingga akhirnya pada 1995, Burhanuddin menyerahkan naskah tersebut kepada Presiden Soeharto. Pada tahun yang sama, naskah tersebut disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.


Baca juga artikel terkait TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI atau tulisan menarik lainnya Endah Murniaseh
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Endah Murniaseh
Penulis: Endah Murniaseh
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight