Sehari Menjajal Honda ADV150 di Area Terbatas: Apa Plus-Minusnya?

Bantingan suspensi Honda ADV150 terasa lebih empuk ketimbang matik sekelasnya
Sesi test ride Honda ADV150 yang digelar PT Astra Honda Motor di The Springs Club BSD, Jumat (19/7/2019). tirto.id/Dio Dananjaya
Oleh: Dio Dananjaya - 22 Juli 2019
Dibaca Normal 3 menit
Motor matik ADV150 jadi produk kedua Astra Honda Motor yang bermain di kelas skutik 150 cc. Masihkah ia membawa karakter yang sama dengan model sebelumnya?
tirto.id - Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tak melulu menjadi tempat pengenalan teknologi dan peluncuran mobil-mobil baru. Tak jarang juga, GIIAS digunakan APM sepeda motor untuk menampilkan kendaraan anyarnya.

Sejak tahun 2015, ajang GIIAS tiap tahunnya selalu punya model kendaraan yang mencuri perhatian banyak orang. Semisal pada 2017 lalu, untuk pertama kalinya Mitsubishi Xpander diperkenalkan di hadapan publik. Demikian pula pada 2018. Saat itu, Suzuki membawa Jimny generasi keempat yang untuk pertama kalinya dipamerkan kepada konsumen Indonesia.

Kini di ajang GIIAS 2019, bukan cuma mobil baru atau kendaraan konsep yang bisa membuat penasaran sejumlah konsumen. Sebuah peluncuran sepeda motor pun dapat membuat pengunjung ICE BSD City berdecak kagum. Sebab lewat ajang yang berlangsung pada 18 hingga 28 Juli 2019 itu, Honda untuk pertama kalinya memperkenalkan ADV150 di dunia.

Hal itu turut dirasakan Tirto ketika mengamati dan mencoba langsung motor terbaru Honda itu di The Springs Club BSD pada Jumat (19/7). Kemunculan skutik dengan konsep adventure yang gagah dan sporty ini seperti melengkapi model skutik 150cc sebelumnya, Honda PCX, yang terkesan lebih elegan.

"Kami yakin akan ada konsumen yang memilih model ini. Hal ini yang nantinya akan membentuk pasar sendiri," kata Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), Toshiyuki Inuma usai peluncuran pada Kamis (18/7).

Ucapan Inuma-san sepertinya tidak salah, sebab ADV150 memang menawarkan hal berbeda ketimbang skutik 150 cc lainnya. Dari segi desain ia seperti menggabungkan karakter sepeda motor jalan raya dan yang biasa berada di jalur offroad.




ADV150 dibekali suspensi depan teleskopik yang lebih panjang dari skutik biasa, mencapai 130mm di depan. Bantingannya terasa empuk bahkan ketika menghajar sejumlah speed trap di area test ride. Gejala bottoming pada suspensi pun sama sekali tak terjadi di ADV150. Rasanya membawa motor ini ke trek tanah sekali-kali mungkin bakal menyenangkan.

Sementara di bagian belakang, ADV150 menggunakan suspensi ganda dengan sub-tank yang memiliki tinggi 120mm. Ketika dipakai seorang test rider berbobot 55 kg, bantingan suspensi rasanya masih agak keras. Mungkin performa akan terasa pas saat buat berboncengan.

Meski begitu, secara keseluruhan bantingan yang empuk tetap berimbas baik pada handling motor waktu dipakai bermanuver. Walaupun area pengetesan terbatas, bermanuver zigzag dengan motor ini terasa anteng dan lincah, serta tak terasa gejala 'mantul-mantul.'

Posisi setang yang lebar dan diposisikan agak tinggi selain membuat posisi rileks saat cruising di jalan juga membuatnya lincah bermanuver. Hal ini karena posisi tangan lebih santai dan tidak terhalang badan pengendara, sehingga mempermudah handling.

Memandang ke arah setang, pengendara akan dapat melihat langsung panel indikator canggih dengan motif negative display. Untuk kemudahan berkendara, layar itu menampilkan informasi antara lain indikator aki, indikator suhu di sekitar, konsumsi bahan bakar rata-rata, konsumsi bahan bakar instan, indikator penggantian oli mesin, jam, tanggal, serta trip meter.

Untuk memudahkan pengguna yang butuh proteksi dari hembusan angin depan, ADV150 menyediakan Two Step Adjustable Windscreen. Fitur ini berfungsi menaik-turunkan windscreen pada dua posisi secara manual. Meski tidak menggunakan sistem motorized, ternyata prosesnya cukup mudah tinggal mengendurkan sebuah kenop pengunci dan menariknya.

Satu hal yang mengejutkan ialah performa ban merek Federal berukuran 110/80 R14 di depan dan 130/70 R13 di belakang. Kedua ban tersebut ternyata cukup 'menggigit' saat dipakai di area test ride. Gejala-gejala selip ketika masuk dan keluar tikungan sama sekali tak terasa. Alhasil, pengendara bisa lebih percaya diri untuk melakukan cornering.


Tampak bagian belakang Honda ADV150
Sesi test ride Honda ADV150 yang digelar PT Astra Honda Motor di The Springs Club BSD, Jumat (19/7/2019). tirto.id/Dio Dananjaya


Soal dapur pacu, ADV150 dibekali mesin yang sama dengan PCX, yaitu mesin berkapasitas 149,3 cc SOHC bertenaga 14,5 dk pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm. Namun, sejak putaran bawah tenaga motor ini terasa lebih mengisi ketimbang "saudaranya".

Hal ini tak mengherankan. Di atas kertas, memang ada perbedaan output jika dibandingkan dengan PCX. ADV150 mencatat tenaga 14,7 dk dan torsi 13,2 Nm pada 6.500 rpm. Honda seperti merancang ADV150 agar mampu melahap tanjakan atau gundukan kecil dengan torsi yang terasa lebih beringas sejak gas dipuntir.

Walau demikian, konsumen yang ingin mencari kenyamanan lewat motor ini rasa-rasanya masih harus berpikir dua kali. Meski posisi setang sudah cukup ideal bagi pengendara, namun posisi kaki tidak bisa "selonjor" sepenuhnya.

Kaki hanya bisa berganti posisi maju-mundur, atau naik sedikit ke sebuah pijakan yang lebih tinggi di bagian depan. Selain itu, joknya saat dipegang dan diduduki juga terasa masih sama dengan PCX yang sama-sama keras.

Bicara soal dimensi, motor ini memiliki ukuran PxLxT (1.950mm x 763mm x 1.153mm) dan bobot 132 kg (tipe CBS) serta 133 kg (tipe ABS), yang tidak berbeda jauh dengan ukuran PCX. Ketika menaiki sadel setinggi 795 mm miliknya, posisi kaki test rider Tirto yang berpostur 165 cm masih harus berjinjit.


Infografik Honda ADV150
Infografik Honda ADV150. tirto.id/Nadya


Sedikit catatan, ketika diduduki dalam kondisi statis dan didorong maju mundur saat parkir, motor ini ternyata tidak terasa berat. Pun begitu saat menaik-turunkan motor menggunakan standar tengah, ADV150 terasa cukup ringan.

Selama melahap putaran demi putaran di area test ride yang terbatas, Tirto merasakan Honda memberikan improvement yang signifikan pada skutik 150 cc terbarunya. Hal ini sebanding dengan harganya. Motor ini memang ditawarkan dengan harga Rp33,5 juta (tipe CBS) dan Rp36,5 juta (tipe ABS) yang lebih mahal dari saudara sekelasnya.

Namun, bagi yang tidak suka adventure, motor ini masih cocok buat berkendara di perkotaan yang banyak memiliki jalanan jelek dan berlubang atau rute dengan banyak polisi tidur.

Baca juga artikel terkait HONDA atau tulisan menarik lainnya Dio Dananjaya
(tirto.id - Otomotif)

Penulis: Dio Dananjaya
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight