Menuju konten utama

Sandiaga: Kunjungan Wisman Naik 20 Persen, Domestik Masih Rendah

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara, Sandi memfokuskan misi mempromosikan destinasi lokal seperti desa wisata hingga destinasi super prioritas.

Sandiaga: Kunjungan Wisman Naik 20 Persen, Domestik Masih Rendah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam acara the Weekly Brief with Sandi Uno, Senin (31/7/2023). (Tirto.id/Hanif Reyhan Ghifari).

tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat tajam hingga mencapai 20 persen, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kita hari ini ingin sedikit meng-update data BPS per Juni 2023. Dimana kunjungan wisatawan mancanegara ini kebangkitannya sangat strong. Jadi ini month of month (MoM) dari kenaikan wisatawan mancanegara ini naik signifikan year on year (YoY) juga naik signifikan, jadi ini, patut kita syukuri," ucap Sandi saat ditemui dikantornya, Jakarta, Senin (7/8/2023).

Sandi menambahkan, penyumbang terbanyak pengunjung wisman ke Indonesia yaitu Singapura dengan angka sebanyak 16,41 persen. Diikuti peringkat kedua yakni Malaysia dengan menyumbang sebanyak 15,88 persen dan seterusnya diikuti oleh Australia hingga India.

"Dengan Singapura, Malaysia nomor 1 dan 2, yang ke-3 Australia dan yang ke-4 India. India ini sudah mencapai angka yang melampaui Tiongkok. Jadi jumlah ini patut kita syukuri dan kami bisa memberikan proyeksi bahwa tahun ini jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana, maka target atas 8,5 juta akan terlampaui secara signifikan, angka proyeksinya 15 sampai 20 persen," jelasnya.

Meski demikian, Sandi pun menyoroti angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) per Juni 2023 kemarin hanya menyumbang sebanyak 433 pengunjung. Walaupun sudah dibarengi dengan libur lebaran dan libur-libur lainnya. Sedangkan kontribusi wisnus masih mendominasi di daerah Jawa, dengan destinasi paling teratas yaitu di Jawa Timur.

"Untuk wisatawan nusantara ini yang perlu pendalaman lebih lanjut, karena per Juni baru 433 juta walaupun sudah ada lebaran dan libur-libur lainnya. Nah, kita melihat kontribusi masih Jawa yang mendominasi, Jawa Timur paling atas 26,9, Jawa Barat 17 persen, Jawa Tengah 14 persen, DKI Jakarta hampir 7 persen dan Banten 4,80 persen," jelasnya.

Menyikapi kurangnya jumlah kunjungan wisnus di Indonesia, Sandi ingin memfokuskan misi mendatangkan wisnus ke destinasi wisata lokal Indonesia. Contohnya, desa wisata hingga destinasi wisata super prioritas.

"Kami ingin wisatawan nusantara ini menjadi fokus, karena kita memiliki keunggulan dari desa-desa wisata dan destinasi super prioritas ini harus kita arahkan untuk program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang ditopang oleh pergerakan wisatawan nusantara," bebernya.

Maka target 1,4 miliar pergerakan wisnus di Indonesia dinilai sangat realistis. Sandi mengatakan akan terus menghadirkan berbagai kolaborasi dan juga program untuk menambah jumlah pengunjung wisnus di Indonesia.

"Emang targetnya 1,2 sampai 1,4 miliar pergerakan yang sangat tinggi. Ini perlu kita hitung dengan cermat agar tidak menimbulkan nanti kesalahan dalam kita menentukan kebijakan. Oleh karena itu, kami terus melakukan kolaborasi, promosi, dengan online travel agent, ada juga dengan Indonesia 360," ucapnya.

"Yaitu kerja sama dengan mitra influencer, pelaku industri, media, travel agent, dan juga kami mendorong pemerintah daerah lebih aktif mempromosikan dan menciptakan event, kegiatan-kegiatan lainnya untuk pemasaran pariwisata Indonesia kita lakukan secara all out dan kita dorong lakukan kerja sama yang lebih terintegrasi dengan konsep bangga berwisata di Indonesia," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN WISATAWAN atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Maya Saputri