Sandi Ungkap WonderVerse Indonesia Solusi Wisata di Taman Komodo

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 17 Agu 2022 16:48 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno akan bekerja sama dengan Taman Komodo untuk melakukan wisata dalam metaverse 'wonderverse'.
tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan masyarakat bisa menikmati wisata secara virtual Pulau Komodo dalam metaverse 'wonderverse'. Hal itu sebagai langkah alternatif lantaran harga wisata tiket Taman Nasional Pulau Komodo melambung tinggi Rp 3,75 juta.

"Tadi seperti saat saya mencoba Wonderverse saya langsung ketemu komodo," kata Sandi Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Rabu (17/8/2022).

Dia menjelaskan dengan wisata di Wonderverse, masyarakat bisa merasakan sensasi wisata tanpa harus berkunjung secara langsung.

"Setidaknya ini menjadi first real experience dari seorang wisatawan yang melihat wisata Indonesia dan komodo secara langsung. Saya juga pernah mengalami hal serupa saat berkunjung dengan metaverse virtual reality menyaksikan wisata di Yerusalem," jelasnya.

Seiring hal tersebut, Sandi mengakui akan bekerja sama dengan Taman Nasional Komodo dalam menggagas metaverse. Dengan cara itu, dia mengklaim jumlah pengunjung di tempat wisata tersebut bisa diatur.

"Kami akan bekerja sama dengan pihak Taman Nasional Komodo untuk mengatur jumlah wisatawan yang bisa dialihkan secara virtual di metaverse. Mengingat Pulau Komodo saat ini dikonservasi ekosistem," ungkapnya.

Nantinya, jika proses konservasi Taman Nasional Pulau Komodo sudah selesai, maka masyarakat bisa leluasa berkunjung kembali. Setelah sebelumnya menyaksikan dengan virtual di Wonderverse Indonesia.

"Mungkin setelah mereka menyaksikan di Wonderverse Indonesia, mereka langsung ingin melihat langsung apa yang ada di lapangan. Kalau di Wonderverse hanya 1.0 atau 2.0 tapi kalau langsung bisa 4.0," terangnya.




Baca juga artikel terkait TARIF PULAU KOMODO atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight