Menuju konten utama
Pemilu 2024

Saat PDIP Bicara Kesamaan Politik dengan PAN

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Sekjen PAN Eddy Soeparno berbicara mengenai pembajakan kader saat bertemu beberapa waktu lalu.

Saat PDIP Bicara Kesamaan Politik dengan PAN
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan pers, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022). ANTARA/Syaiful Hakim

tirto.id - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan ada sejumlah kesamaan yang membuat partainya bisa membangun kerja sama politik dengan PAN. Salah satunya adalah kegelisahan mereka mengenai sejumlah kader yang dibajak dan pindah ke partai lain.

"Ketika kami ketemu Sekjen PAN Pak Eddy, beliau juga mengeluhkan mengenai kadernya yang dulu menggunakan instrumen hukum dibajak pindah ke partai lain," kata Hasto dalam konferensi pers pada Kamis 22 Juli 2022.

Hasto berujar, kesamaan nasib antara PDIP dan PAN membuka peluang kerja sama. Tujuan kerja sama adalah agar politik di Indonesia tidak pragmatis.

"Ketika ada kerja sama antara parpol tapi melanggar etika misalnya membajak kader partai lain, tentu akan menjadi evaluasi kritis bagi PDIP. Ini akan jadi kerja sama antar-partai politik yang mengedepankan etika," jelasnya.

Hasto menekankan bahwa PDIP tidak akan membajak kader partai lain yang menurut mereka tidak sesuai etika. "Kami dari PDIP tidak suka mengganggu rumah tangga orang lain," tandasnya.

Hasto menilai bahwa PAN adalah partai yang bekerja sama dengan PDIP karena memiliki kejelasan dalam asal usul dan sejarah. Salah satunya adalah segmentasi kader dan pemilih dari kalangan Muhammadiyah.

"PDIP menguak ruang bagi koalisi parpol yang memiliki jejak rekam sejarah yang kuat dalam membangun republik dan betul-betul berjuang bagi bangsa dan negara. Semisal Muhammadiyah memiliki aspek historis dengan PAN, NU dengan PKB, meski PDIP juga dekat dengan NU. Ada juga Orba dengan Golkar," terangnya.

Ke depannya untuk gowes dengan PAN akan dilanjutkan kembali, karena posisi PAN saat ini sudah dalam kabinet. Sehingga PDIP bisa leluasa mengajak kerja sama kapan pun dan dimana pun.

"Berkaitan dengan gowes saya sebelumnya sudah lama tidak bertemu Pak Eddy, dan karena kemarin Ketum bertemu dengan Pak Zulhas maka sekalian saya juga minta izin agar bisa bertemu dengan Pak Eddy. Tentu hasil pertemuan saya laporkan ke Ketum," pungkas Hasto.

Baca juga artikel terkait PERTEMUAN PDIP-PAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fahreza Rizky