Menuju konten utama

Rupiah Melemah, BI Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke

BI menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan oke di tengah fluktuasi pelemahan nilai tukar rupiah akibat sentimen global.

Rupiah Melemah, BI Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon tunggal Gubernur BI Destry Damayanti untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri sebagai Gubernur BI. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan fundamental perekonomian Indonesia masih baik di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Menurutnya dibandingkan negara lain, ketahanan ekonomi Indonesia dinilai masih relatif solid dalam menghadapi tekanan pasar keuangan global.

"Kami di Bank Indonesia tugas kami menjaga stabilitas rupiah. Jadi kalau kita lihat pergerakan rupiah kan memang sangat banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke lah dibanding dengan peer group kita," ujar Destry setelah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Destry menjelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini merupakan hal wajar dalam mekanisme pasar bebas. Ia melanjutkan, pergerakan mata uang sangat bergantung pada keseimbangan penawaran dan permintaan, persepsi pelaku pasar, serta sentimen global di luar kendali domestik seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

"Pergerakan yang sekarang terjadi kita lihat itu bagian dari fluktuasi karena ini adalah market bebas, dan pergerakan rupiah itu kan sangat tergantung juga dari supply-demand dan persepsi. Kalau kita lihat hari ini juga penguatan terjadi di global, Amerika nggak naikkan suku bunga, ternyata langsung positif. Jadi banyak faktor yang di luar kontrol dari kita," paparnya.

Kendati dipengaruhi faktor eksternal, BI berkomitmen penuh menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas utama demi mendukung pertumbuhan sektor riil. Terkait target nilai tukar, BI senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah mengacu pada rentang asumsi makro di dalam APBN.

Terakhir, Destry mengatakan, dalam menjaga stabilitas rupiah berdasarkan perkembangan data, BI tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga acuan semata.

"Karena kita punya kebijakan kan banyak instrumennya, nggak hanya suku bunga saja. Kita punya kebijakan insentif untuk biaya hedging, kita punya kebijakan ada instrumen SRBI juga. Jadi bukan hanya suku bunga yang menjadi kebijakan kita, semua lihat kondisi di pasar," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait NILAI TUKAR RUPIAH atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Siti Fatimah