tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka menguat pada Kamis (29/10/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.07 WIB, rupiah bergerak menguat 51 poin atau 0,28 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp18.133.
Hal ini merupakan kali pertama rupiah dibuka menguat pada pekan ini. Sebelumnya, sejak pasar uang pekan ini dibuka, rupiah relatif tertekan secara konstan.
Rupiah bahkan ditutup pada level harian terendah sepanjang sejarah pada perdagangan hari Rabu (28/10) kemarin. Menurut Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.184 per 1 dolar AS ketika perdagangan ditutup pada Rabu.
Menurut analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi, kinerja terseok rupiah pada perdagangan hari Rabu kemarin kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor geopolitik global. Terutama, katanya, konflik antara kelompok bersenjata Houthi di Yaman dengan Arab Saudi.
Konflik antara Houthi dan Saudi, kata Ibrahim, telah meningkatkan harga minyak mentah dunia karena kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pengiriman komoditas energi Saudi.
Terlebih, Houthi terus menargetkan fasilitas minyak Saudi sebagai sasaran pertempuran. Seperti yang terjadi pada Selasa (27/10), ketika Houthi menyerang kilang minyak Ras Tanura di Provinsi Timur.
"Pihak berwenang Arab Saudi tidak segera mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas dengan kapasitas 550 ribu barel per hari itu," kata Ibrahim," dikutip dari Antara, Rabu (28/10).
Hal serupa juga dijelaskan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan. Ia menyebut rupiah tertekan pada perdagangan hari Rabu karena faktor konflik Asia Barat yang dominan.
“Kondisi ini [konflik Houthi-Saudi] menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas 115 dolar AS per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan,” katanya.
Rupiah Menguat, Dolar Relatif Melemah di Asia
Pada Rabu, perdagangan mata uang kawasan Asia dibuka dengan tren pelemahan dolar atas mata uang negara-negara Asia. Mayoritas mata uang di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik mengalami penguatan sebagaimana rupiah.
Pada awal perdagangan hari ini, Yen Jepang dibuka menguat 0,07 persen; yuan Cina menguat 0,06 persen; dan won Korea menguat 0,67 persen.
Hal serupa juga terjadi pada untuk kawasan ASEAN. Ringgit Malaysia dibuka menguat 0,20 persen; peso Filipina dibuka menguat 0,32 persen; baht Thailand dibuka menguat 0,10 persen, dan dolar Singapura menguat 0,12 persen.
Seturut Reuters, hal ini terjadi seiring keputusan The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pada Kamis. Pada kesempatan itu, bank sentral AS itu juga mengumumkan bahwa mereka akan menunda perubahan apa pun terhadap biaya pinjaman hingga pemilihan paruh waktu pada 3 November mendatang.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































