Menuju konten utama

Menperin soal Rupiah Melemah: Industri Ekspor Pasti Senang

Sarmuji mengakui industri yang fokus kepada impor akan mengalami tekanan imbas pelemahan nilai tukar rupiah sehingga dia berharap nilai tukar membaik.

Menperin soal Rupiah Melemah: Industri Ekspor Pasti Senang
Menteri Perindustrian M Sarmuji bersama Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perindustrian (Menperin), M Sarmuji, menyatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejatinya berimbas positif sekaligus negatif terhadap keberlangsungan industri di Tanah Air.

Menurut dia, industri yang mengendepankan ekspor akan mendapatkan keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah.

"Sebenarnya, [nilai tukar] dolar naik dan dolar turun untuk industri itu ada plus minusnya. Kalau industri-industri yang orientasinya ekspor itu pasti senang," ujarnya di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Sarmuji mengatakan, barang dari industri yang mengedepankan ekspor akan dibeli di luar negeri menggunakan dolar AS. Dengan demikian, saat nilai tukar dolar AS menguat, pelaku industri ekspor disebut akan mendapatkan keuntungan lebih.

Di satu sisi, Sarmuji mengakui industri yang fokus kepada impor akan mengalami tekanan imbas pelemahan nilai tukar rupiah.

"Dengan barang yang sama, [pelaku industri akanmendapatkan rupiah yang lebih besar karena harga dolarnya naik, dibeli dengan dolar di luar negeri," sebutnya.

"Tetapi untuk industri yang bahan bakunya dari luar negeri, dari impor, tentu agak berat," sambung dia.

Oleh karena itu, Sarmuji menyatakan, pelaku industri dapat menyesuaikan diri dengan kenaikan nilai tukar dolar AS. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) disebut akan memitigasi pelemahan nilai tukar rupiah.

Dalam kesempatan itu, politikus Partai Golkar ini turut berharap nilai tukar rupiah dapat segera stabil.

"Kita, jadi harus ada mitigasi. Bagi industri-industri juga harus melakukan prediksi, penyesuaian diri juga. Tapi kita harapkan tentu dolar lebih stabil sehingga industri lebih mudah untuk memproyeksikan proses produksinya," urai Sarmuji.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah dapat menjadi peluang bagi pelaku industri yang fokus ekspor. Namun, dia menyadari industri yang fokus impor akan menghadapi hambatan lebih besar.

Oleh karena itu, industri dengan fokus impor diharapkan dapat memiliki strategi menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah.

"Terkait pelemahan rupiah, di sektor industri yang berorientasi ekspor, ini bisa menjadi peluang karena nanti hasil eksploitasinya ini kembali ke Indonesia dan sampai tiba di Indonesia nanti akan di-rupiah-kan, itu kan jadi satu peluang," ucapnya saat konferensi pers Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di kantor Kemenperin, Kamis.

"Industri harus melakukan strategi terbaik bagaimana tidak meningkatkan harga penjualan," lanjut Meri.

Ia menambahkan, Kemenperin belum menerima keluhan dari pelaku industri terkait imbas pelemahan rupiah.

"Secara spesifik belum disampaikan. Karena memang mereka masih berstrategi di internal mereka untuk menanggulangi kenaikan nilai tukar," sebut Meri.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher