Menuju konten utama

Rumah Sri Mulyani Dijarah: Benarkah Aksi Spontan atau Terencana?

Reporter tirto yang tinggal tak jauh dari rumah Sri Mulyani merekam detik detik penjarahan yang mencekam malam itu. 

Rumah Sri Mulyani Dijarah: Benarkah Aksi Spontan atau Terencana?
Kondisi rumah Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang dijaga aparat TNI pada Selasa (2/9/2025). Tirto.id/Alfitra Akbar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pagi itu, suasana di salah satu sudut komplek Bintaro Jaya tak seperti biasanya. Di depan sebuah rumah, sejumlah barang rumah tangga berserakan; mulai dari lukisan, sofa, pendingin ruangan (AC), dispenser, hingga lemari.

Kondisi rumah Menkeu Sri Mulyani

Personel TNI berjaga di rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berantakan usai didatangi massa tidak dikenal di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (31/8/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Perhatian tertuju pada salah satu lukisan yang tergeletak di depan rumah itu. Lukisan itu memperlihatkan sosok yang tak asing bagi masyarakat Indonesia, yaitu Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Lukisan itu nampak menandakan siapa pemilik rumah itu. Ya, rumah yang menjadi sorotan pagi itu, tak lain adalah kediaman pribadi milik mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Rumah tersebut dijarah oleh sekelompok orang pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tirto dari warga sekitar, massa mulai memenuhi komplek kediaman Sri Mulyani sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Massa kemudian melakukan penjarahan sejumlah barang yang ada di rumah Menkeu. Tak hanya itu, massa masih berdatangan hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Mereka juga melakukan perusakan terhadap rumah Sri Mulyani.

"Gelombang pertama sekitar jam satu (dini hari), gelombang kedua terjadi sekitar jam tiga (dini hari)," kata Joko Sutrisno, staf pengamanan di rumah itu dikutip dari Antara, Minggu (31/8/2025).

Peristiwa penjarahan rumah Sri Mulyani sontak mengejutkan banyak pihak. Namun tidak semua merasa demikian. Meski begitu, sebagian pihak lainnya mengaku tidak terlalu terkejut, mengingat sebelumnya telah terjadi rangkaian penjarahan terhadap rumah-rumah pejabat publik secara berurutan.

Lantas, bagaimana kronologi penjarahan di rumah Sri Mulyani tersebut?

Kronologi Penjarahan

Kronologi ini disusun oleh Tirto berdasarkan rangkuman dari beragam sumber. Di antaranya, ada pengamatan langsung tim Tirto di lokasi kejadian, kesaksian warga sekitar, serta keterangan dari petugas keamanan komplek kediaman Sri Mulyani.

Desas-desus mengenai rencana kedatangan massa ke rumah Sri Mulyani mulai mencuat sejak Sabtu malam (30/8/2025). Adhitya (35), salah satu warga komplek, membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku menerima pesan di grup warga dan melihat diskusi serupa berseliweran di media sosial.

“Dari Sabtu malam itu memang sudah tersebar info rumah Ibu Sri Mulyani bakal didatangi. Awalnya saya kaget juga baru tau kalo beliau tinggal disini juga. Di grup ada, di medsos juga ramai, banyak yang nge-spill kan tuh,” ujarnya saat ditemui Tirto, Selasa (2/9/2025).

Newsplus Penjarahan Rumah Sri Mulyani

Tangkapan layar alamat Sri Mulyani yang tersebar di media sosial.

Berdasarkan penelusuran Tirto, alamat rumah Sri Mulyani mulai tersebar di media sosial sejak Sabtu sore hingga malam, hanya beberapa jam setelah terjadinya penjarahan di rumah anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Di platform X (dulu Twitter), salah satu akun membalas unggahan video penjarahan di rumah Sahroni dengan menyebarkan alamat lengkap rumah Sri Mulyani. Unggahan itu tercatat diunggah pukul 18:54 WIB.

Salah satu tangkapan layar menunjukkan komentar akun X yang menuliskan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat Sri Mulyani terdaftar pada pemilu lalu.

Tak berselang lama, sekitar pukul 20:16 WIB, akun lain juga menyebarkan informasi serupa disertai ajakan terbuka untuk mendatangi rumah tersebut.

Selain di X, alamat rumah Sri Mulyani juga tersebar di platform TikTok. Dalam salah satu siaran langsung yang merekam aksi penjarahan di rumah Uya Kuya, beberapa warganet tampak membagikan alamat pejabat lain di kolom komentar, termasuk Sri Mulyani.

Kondisi rumah Menkeu Sri Mulyani

Personel TNI berjaga di rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berantakan usai didatangi massa tidak dikenal di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (31/8/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Menanggapi situasi tersebut, pihak keamanan komplek sebenarnya telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Salah satu petugas keamanan, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa sejak Sabtu malam, telah ada penjagaan dari aparat gabungan, termasuk TNI. Namun, jumlah personel pada saat itu masih terbatas.

“Dari malam sudah ada penjagaan tapi jumlahnya belum banyak,” ujar petugas keamanan tersebut, Selasa (2/9/2025).

Minggu Dini Hari: Gelombang Massa Mulai Berdatangan

Suara kumpulan massa yang berkerumun di sekitar rumahnya membuat Aditya terbangun dari tidurnya. Meski sebelumnya sudah mendengar desas-desus mengenai potensi kedatangan massa, ia mengaku tidak menyangka bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi malam itu juga.

“Sekitar jam dua atau setengah tiga dini hari. Lagi tidur, dengar dari kamar lantai dua ada suara rame-rame. Sempat dengar bunyi petasan atau kembang api, berkali-kali dan cukup kencang. Habis itu buka hape, lihat medsos, akun IG Kabar Bintaro ngabarin kalau situasi depan komplek udah chaos,” ujarnya.

Petugas keamanan yang berjaga di pos depan gerbang komplek menyebut bahwa massa datang dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama tiba sekitar pukul 00.30–01.00 WIB dengan jumlah ratusan orang yang datang hampir bersamaan. Sementara itu, gelombang kedua datang sekitar pukul 02.30–03.00 WIB, dengan jumlah massa yang lebih besar.

Massa dari gelombang pertama sebagian besar masuk melalui pintu gerbang kompleks. Karena jumlah massa jauh lebih banyak dibandingkan petugas keamanan, mereka berhasil merangsek masuk ke kediaman Sri Mulyani dan melakukan penjarahan. Petugas keamanan tersebut bercerita bahwa usai melakukan penjarahan, massa pun terlihat juga meninggalkan lokasi secara serempak.

“Segala macam dibawa, ada lukisan, perabotan, mainan. Kebanyakan digotong aja, tapi kayaknya ada juga yang dibawa pakai motor,” ungkapnya.

Kondisi rumah Menkeu Sri Mulyani

Pekerja mengumpulkan barang yang dikeluarkan dari rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani oleh massa tidak dikenal di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (31/8/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Sri Mulyani sendiri tidak berada dalam rumah tersebut. Hal ini diamini oleh staf pengamanan rumah bernama Joko Sutrisno. Menurutnya, hanya ia dan salah satu keluarga dari kerabat yang berada di rumah itu. Kerabat tersebut telah diungsikan ke rumah tetangga sebelah sebelum penjarahan terjadi.

Situasi Mencekam Saat Gelombang Kedua Penjarah Datang

Gelombang massa kedua mulai berdatangan secara serempak sekitar pukul 02:30 hingga 03:00 WIB. Berdasarkan keterangan petugas keamanan, pantauan langsung tim Tirto, serta kesaksian warga lain bernama Egi (37), massa yang datang pada gelombang kedua memang tampak lebih masif dari segi jumlah dan menunjukkan perilaku yang lebih anarkis dibandingkan gelombang pertama.

“Kalo saya emang cuma lihat dari video karena gak berani keluar rumah. Itu orang pada teriak-teriak, ada yang bakar-bakar, sampe ada api juga. Kalo gak salah cek, di video ada yang teriak ‘bakar-bakar’ juga. Sebagai warga panik juga takut kebakaran dan merembet ke rumah,” ujarnya Egi kepada Tirto, Selasa (2/9/2025).

Hal yang sama juga diungkap oleh salah satu warga sekitar, seperti yang diwawancara Antarapada Minggu (31/8/2025). Ia turut mengamini bahwa penjarahan gelombang kedua lebih mengerikan karena melibatkan lebih banyak

“Saya hanya bisa menyaksikan dari balik tirai rumah saya saja, tak berani keluar, karena banyak sekali orang-orang yang datang,” ujar seorang tetangga Sri Mulyani yang tak berkenan disebutkan namanya.

Suasana semakin mencekam ketika rentetan suara petasan dan kembang api mulai terdengar di sekitar lokasi. Berdasarkan pantauan Tirto, suara tersebut terdengar jelas saat gelombang kedua massa tiba dan mulai memadati gerbang kompleks yang saat itu telah dipasangi portal oleh petugas keamanan.

Ketegangan memuncak ketika massa yang datang bersamaan itu membakar tumpukan sampah di depan gerbang, hingga menimbulkan percikan api.

“Karena massa yang dateng makin banyak, akhirnya portal jebol juga,” ujar petugas keamanan.

Misteri Sinyal Kembang Api dan Dugaan Terorganisir

Salah satu saksi mata yang diwawancara oleh Antara menyebut adanya semacam aba-aba sebelum massa memasuki kompleks perumahan Sri Mulyani.

“Aba-aba itu adalah kembang api, karena segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk komplek,” kata saksi itu, seraya berkata bahwa sang pemberi komando juga berseru kepada massa tak dikenal agar jangan ada yang membawa motor ke dalam kompleks.

Kami mengonfirmasi temuan itu ke Aditya dan Egi, yang juga merupakan warga sekitar. Keduanya tak bisa memastikan soal aba-aba kembang api tersebut karena tak melihat langsung situasi di gerbang. Namun, keduanya sepakat, sesaat setelah terdengar bunyi kembang api, kumpulan massa tak dikenal memang mulai memasuki kompleks.

Sementara, petugas keamanan komplek yang kami mintai konfirmasi enggan menjawab soal ini. Kepada Tirto, petugas keamanan tersebut bercerita bahwa massa yang datang tersebut kebanyakan terdiri dari anak berusia remaja dan anak muda. Namun, ada juga massa yang berusia lebih dewasa, bahkan tua, dalam rombongan tersebut.

“Secara perawakan ada yang badannya kekar, ada yang enggak. Tapi kebanyakan usia remaja lah,” ujarnya.

Rumah Sri Mulyani Dijaga TNI

Rumah Pribadi Sri Mulyani Sempat Dijarah, Kini Dijaga Ketat TNI. FOTO/Alfitra Akbar/tirto.id

Ia mengaku tak ingat persis dari arah mana mereka datang, namun satu hal yang bisa dipastikan: para penjarah tersebut bukanlah warga sekitar kompleks perumahan.

“Bukan warga sekitar sini yang pasti. Kalo ada warga sekitar atau kampung belakang-belakang sini, saya pasti bisa ngenalin. Gak tau dari mana tiba-tiba datang rombongan,” ujarnya.

Ia juga menyebut massa tak dikenal itu kemungkinan besar juga bukan pendemo atau peserta unjuk rasa. Pasalnya, tak ada poster tuntutan atau sebagainya. Massa tak dikenal yang datang murni untuk melakukan penjarahan dan perusakan di rumah Sri Mulyani.

Penjarah Rumah Sri Mulyani & Eks Suami Nafa Urbach Diduga Sama

Dalam waktu yang relatif berurutan, rumah yang awalnya diduga milik Anggota DPR-RI, Nafa Urbach yang juga berlokasi di Bintaro, juga dijarah massa tak dikenal. Rumah yang kemudian dikonfirmasi merupakan milik sang mantan suami, Zack Lee, yang hanya berjarak kurang lebih 5 kilometer dari rumah Sri Mulyani, juga dijarah oleh segerombolan orang tak dikenal. Kejadiannya diperkirakan antara pukul 04.50 dan 05.20 WIB.

Petugas keamanan bernama Syamsul yang berjaga di kompleks tersebut menduga pelaku penjarahan rumah Sri Mulyani dan rumah mantan suami anggota DPR RI, Nafa Urbach, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, adalah orang-orang yang sama.

“Iya, emang dari sana (massa yang menjarah rumah Sri Mulyani). Laporannya emang dari sana,” ujar saat ditemui Tirto, Selasa (9/2/2025).

Sama seperti rumah Sri Mulyani, rumah milik mantan suami Nafa Urbach itu dijarah oleh masa dalam dua gelombang berbeda, yaitu pada pukul 04.50 dan 05.20 WIB.

"Lalu kami bersama warga bersiaga disini, tapi sewaktu warga sudah bubar karena menunggu semalaman, dan baru masuk adzan Subuh, para penjarahnya baru pada datang, kami duga mereka datang dari sana (rumah Sri Mulyani)," ujarnya.

Dirinya mendeskripsikan orang-orang yang datang ke perumahan tersebut merupakan muda-mudi yang secara penampilan terlihat rapi, dan kompak mengenakan masker, alias penutup muka, sembari menggeberkan motor mereka saat berjalan.

"Kalau dilihat dari penampilan, mereka terlihat mengenakan pakaian yang bagus dan cukup rapi," ujarnya.

Lalu, apa kata pakar soal penjarahan ini?

Analisis Pakar

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai menilai bahwa fenomena penjarahan yang terjadi, termasuk di rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani, perlu dicermati lebih mendalam. Ia menggarisbawahi bahwa adanya indikasi keterlibatan massa yang terkoordinasi menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat semata-mata dipandang sebagai ledakan spontan akibat emosi atau tekanan ekonomi.

Menurut Fahmi, dalam rentetan peristiwa penjarahan yang terjadi baru-baru ini, ada pola yang terlihat: targetnya spesifik ke rumah pejabat negara, waktunya terukur, dan dalam beberapa kasus, cara bertindaknya menyerupai operasi terstruktur.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah penjarahan ini murni tindak kriminal, atau ada aktor yang memanfaatkan momentum untuk menciptakan instabilitas politik dan delegitimasi pemerintah,” ujarnya saat dihubungi Tirto, Selasa (2/9/2025).

Rumah Sri Mulyani Dijaga TNI

Rumah Pribadi Sri Mulyani Sempat Dijarah, Kini Dijaga Ketat TNI. FOTO/Alfitra Akbar/tirto.id

Apabila memang terbukti terdapat pola koordinasi, maka ini tidak bisa dipandang hanya sebagai kejahatan jalanan, melainkan sebagai bagian dari strategi mobilisasi massa yang lebih besar.

“Dalam konteks politik keamanan, penjarahan seperti ini kerap digunakan untuk menciptakan kesan kekacauan yang sistematis, menggerus kepercayaan publik pada negara, sekaligus memberi tekanan kepada pemerintah,” katanya.

Meski demikian, Fahmi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menganalisis situasi ini, agar tidak terjebak dalam asumsi atau narasi konspiratif yang tidak berbasis data. Menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah bagaimana negara memastikan respons cepat dan proporsional: menindak pelaku di lapangan, membongkar jejaring di belakangnya (jika ada), dan di sisi lain, mengembalikan rasa aman masyarakat.

“Dengan kata lain, kasus ini bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga menyangkut aspek psikologis dan politis. Bila negara tidak hadir dengan cepat, publik bisa menafsirkan bahwa negara lemah dalam melindungi pejabatnya sendiri, apalagi rakyat biasa. Dan itu yang justru lebih berbahaya,” ujarnya.

Unjuk rasa di Temanggung

Pengunjuk rasa melempar batu ke aparat saat aksi di kantor DPRD Temanggung, Jawa Tengah, Senin (1/9/2025). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nz

Terpisah, analis sosio-politik dari Helios Strategic Institute, Musfi Romdoni, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam peristiwa penjarahan rumah milik beberapa anggota DPR, termasuk yang terbaru, di kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Musfi menilai, penjarahan tersebut tampak berlangsung terlalu mudah, tanpa adanya perlawanan, pengamanan, maupun kehadiran pemilik rumah.

“Terkhusus penjarahan rumah Sri Mulyani, sulit membayangkan tidak ada yang menjaga rumah seorang menteri. Sri Mulyani itu Menteri Keuangan, perannya sangat vital, bagaimana mungkin rumahnya tidak dijaga, apalagi pasti ada informasi intelijen soal potensi penjarahan,” ujarnya saat

Musfi menyebut bahwa penjarahan tersebut, secara tidak langsung, memperlihatkan bahwa negara tidak mampu melindungi tokoh-tokoh kunci dalam pemerintahan. Ini merupakan sinyal yang cukup buruk bagi citra negara.

“Selain Polri, saya kira posisi badan intelijen seperti BIN juga perlu disorot. Bagaimana bisa BIN kecolongan soal penjarahan rumah Sri Mulyani? Ini kan pertanyaan seriusnya,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait SRI MULYANI atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - News Plus
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Farida Susanty