Menuju konten utama

RSUD Tarakan Sebut Jumlah Korban Akibat Aksi 22 Mei Ada 120 Orang

Luka berat yang dialami korban rata-rata berupa fraktur atau patah tulang.

RSUD Tarakan Sebut Jumlah Korban Akibat Aksi 22 Mei Ada 120 Orang
Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari saat ditemui di RSUD Tarakan, Rabu (22/5/2019). tirto.id/Fadiyah

tirto.id - Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari mengatakan bahwa sejauh ini terdapat 120 pasien yang masuk ke RSUD Tarakan akibat dari Bentrok yang terjadi pada 22 Mei 2019 selepas pengumuman Pemilu 2019.

"2 orang meninggal [dengan luka] satu [orang] di dada, satu [orang] di leher. Luka berat 8, sisanya luka ringan, 79 sudah pulang dari [total] 120 orang," ungkap Reggy, saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta, pada Rabu (22/5/2019).

Luka berat yang dialami korban rata-rata berupa fraktur atau patah tulang.

"Luka berat patah, saya enggak lihat persis karena di bawa ke ruang operasi," ujar Reggy.

Kondisi di beberapa titik di Jakarta yang sempat memanas dari Rabu (22/5/2019) dini hari hingga pukul 09.46 WIB di antaranya di sekitar kantor Bawaslu, Pasar Tanah Abang, asrama Brimob Petamburan dan daerah Jatibaru, Jakarta Pusat.

Kericuhan saat aksi 22 Mei bermula sejak Selasa (21/5/2019) sekitar pukul 22.45. Bentrok sempat terjadi antara massa dan aparat kepolisian mengakibatkan satu korban tewas, Farhan Syafero (30) dan beberapa orang terluka. Polisi sempat menangkap sekitar 20 orang yang diduga provokator.

Polda Metro Jaya mengirimkan tambahan dua kompi polisi ke Jalan KS Tubun, Petamburan. Setelah tiba di lokasi, aparat lantas bergerak serempak menuju arah Jalan Petamburan 5, sekitar markas FPI.

"Jalan ke arah dekat massa," ujar salah seorang aparat, Rabu (22/5/2019) pagi. Sejumlah kantor yang berada di sekitar Pasar Blok A, Tanah Abang, Jakarta Pusat diliburkan pada Rabu (22/5/2019).

Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan lainnya dari Fadiyah Alaidrus

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Nur Hidayah Perwitasari