Menuju konten utama

Ridwan Hisjam Nilai Airlangga Beri Bunga ke Puan Gimik Politik

Anggota Dewan Pakar Golkar Ridwan Hisjam melihat tidak ada kaitan pertemuan Airlangga Hartarto dan Puan Maharani dengan pemeriksaan di Kejagung. 

Ridwan Hisjam Nilai Airlangga Beri Bunga ke Puan Gimik Politik
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) memberikan bunga kepada Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) usai melakukan pertemuan di kediaman Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (27/7/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, pemberian buket bunga mawar dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani merupakan gimik politik.

"Iya jelas. Politik harus begitu. Harus ada gimiknya dan harus dinamis," kata Ridwan saat dihubungi reporter Tirto, Jumat (28/7/2023).

Di sisi lain, Ridwan menilai tidak ada sinyal koalisi antara Golkar dan PDIP dari pertemuan antara Airlangga dan Puan itu. Sebab, pertemuan itu hanya pertemuan balasan Puan kepada Airlangga. Airlangga sebelumnya pernah bertemu Puan di Tugu Monas, Jakarta, Sabtu (8/10/2022).

Ridwan melihat dalam pertemuan itu juga tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan Airlangga di Kejaksaan Agung, maupun masalah isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar.

"Ini tidak ada kaitannya sama sekali. Ini adalah agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya," ucap Ridwan.

Ia meminta siapa saja tak usah mengaitkan penyerahan bunga Airlangga kepada Puan dengan koalisi antara kuning dan merah. Namun, ia tak menampik kemungkinan koalisi memang terbuka.

"Bisa-bisa saja. Enggak masalah kalau koalisi merah kuning. Itu nanti akan dibicarakan. Itu sah-sah saja koalisi merah kuning," tukas Ridwan.

Ridwan menilai tak ada sinyal Airlangga akan menjadi cawapres Ganjar Pranowo usai dikunjungi Puan Maharani, bahkan memberikan bunga kepada Ketua DPR RI itu.

"Saya tidak melihat ada sinyal di situ, enggak ada. Jangan dipolitisir. Itu sinyalnya, sinyal silaturahmi. Apalagi sinyal Pa Airlangga jadi cawapresnya Pa Ganjar [tidak ada sinyal]," pungkas Ridwan.

Sebelumnya, Airlangga memberikan bunga merah dan kuning kepada Puan Maharani. Airlangga mengklaim bahwa bunga tersebut juga sebagai pertanda untuk menghadirkan Pemilu yang sejuk.

"Kali ini bunga spesial, dan ini bunga politik. Kenapa bunga? Bunga simbol, bahwa pemilu hanya hard politik tapi yang penting soft politik, dan soft itu dengan bunga yang indah, dan yang indah warnanya kuning dan merah,” kata Airlangga.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto