Pemilu Serentak 2024

Resmi Diusung Nasdem di 2024, Anies Sebut Tak Harus jadi Kader

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 3 Okt 2022 15:25 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Anies mengaku belum mengetahui apakah ia akan menjadi kader Nasdem atau tidak usai resmi dicalonkan jadi capres 2024.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespons keputusan Partai Nasdem yang mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2024. Saat ini, Anies mengaku, masih fokus memimpin ibu kota sampai masa jabatan habis pada 16 Oktober 2022.

“Saat ini masih fokus untuk Jakarta. Masih, karena tugas di Jakarta ini belum selesai,” kata Anies di Kantor DPP Nasdem, Senin (3/9/2022).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan, dia baru mau membicarakan mengenai Pilpres 2024 setelah masa jabatan berakhir pada 16 Oktober mendatang.

“Kami semua bersiap. Tapi itu semua dibahas sesudah 16 Oktober. Jadi sampai 16 Oktober kalau pertanyaan diulang, jawabannya sama," ucapnya.

Kendati demikian, Anies menyampaikan rasa hormat dengan rendah hati atas sikap Nasdem yang telah mengusungnya sebagai kandidat 2024.

Anies juga mengapresiasi Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh yang menyerahkan bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi dirinya kepada capres yang diusung partai.

“Ini bukan hanya disampaikan di ruang terbuka tadi, beliau sudah sampaikan ini sejak beberapa waktu lalu. Ketika menyampaikan, sepenuhnya diserahkan kepada capres,” kata dia.

Lebih lanjut, Anies mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan masuk atau menjadi kader Partai Nasdem setelah diusung sebagai kandidat capres 2024.

“Kita lihat nanti, semua menjadi opsi. Saya rasa apa yang disampaikan Pak Surya Paloh sikap kenegarawan, menyampaikan tidak memberikan kewajiban dan tidak melakukan pelarangan,” kata Anies.

Surya Paloh mengumumkan nama Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pilpres 2024 pada Senin, 3 Oktober 2022. Ia mengatakan, nama gubernur DKI itu sesuai dengan hasil rapat kerja nasional (rakernas) partai beberapa waktu lalu.

“Maka dalam kapasitas saya sebagai ketua umum partai yang mengamanatkan untuk memilih nama dari hasil rakernas, saya mendengarkan berbagai perspektif, izinkanlah institusi bernama Partai Nasdem untuk menempatkan kepentingan nasional dari kepentingan partai itu sendiri,” kata Paloh dalam pidatonya di Gedung Nasdem Tower pada Senin (3/10/2022).

“Maka yang ingin dicari dari Nasdem adalah yang terbaik dari yang baik-baik. Inilah kenapa akhirnya Nasdem melihat sosok Anies Rasyid Baswedan," ujarnya.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz

DarkLight