Reaksi Pasar Saham Usai KPU Umumkan Jokowi Menang Pilpres

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 21 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Pengumuman hasil Pilpres 2019 disambut positif pelaku pasar modal. Namun, parang dagang AS-Cina dan stabilitas politik tetap perlu diwaspadai.
tirto.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merampungkan proses rekapitulasi suara Pilpres 2019 dan mengumumkannya ke publik pada Selasa dini hari, 21 Mei 2019. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar sebagai pemenang.

Dalam perhitungan suara secara manual, KPU telah merampungkan rekapitulasi pada 34 provinsi dan 130 PPLN (Pemilu Luar Negeri). Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo-Sandiaga unggul di 13 provinsi. Sementara untuk hasil PPLN, Jokowi-Ma’ruf menang 114 PPLN dan Prabowo-Sandi 15 PPLN.

Berdasar data resmi KPU yang disampaikan Komisioner KPU RI, Evi Novida, total suara yang diperoleh pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 85.607.362 atau 55,50 persen. Sedangkan, Prabowo-Sandiaga memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen dengan selisih 16.957.123 suara. Jumlah suara sah yang dihitung KPU adalah 154.257.601.

Pengumuman hasil Pilpres 2019 yang dilakukan KPU itu ternyata disambut positif oleh para pelaku pasar. Hal itu tercermin dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan saham hari ini.

Mengutip data perdagangan saham di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), idx.co.id, IHSG berada di posisi 5.932 pada pembukaan perdagangan saham pagi ini tepat pukul 09.00 WIB.

Laju penguatan ini terus berlanjut. Pada pukul 10.10 WIB, IHSG menyentuh level tertinggi siang ini di 5.993. Gerak positif IHSG ini bertahan setidaknya hingga jeda perdagangan siang ini atau sekitar pukul 12.00 yang berada di posisi 5.962.

Tak hanya IHSG, indeks LQ45 yang berisi 45 saham teraktif di BEI juga tercatat mengalami penguatan. Hingga Selasa siang ini, indeks LQ45 telah mengalami penguatan sebesar 1,10% ke posisi 927.

Laju positif IHSG usai pengumuman hasil Pilpres 2019 ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku pasar modal mengingat sepanjang pekan lalu IHSG terpantau sangat suram.

Pada akhir pekan sebelumnya, atau Jumat (10/5/2019), misalnya, IHSG masih ditutup di posisi 6.209. Namun, sepanjang pekan lalu (13 hingga 17 Mei 2019), terus mengalami pelemahan.

Dalam perdagangan Senin, 13 Mei 2019, misalnya, IHSG ditutup melemah ke level 6.135. Kemudian pada Selasa, 14 Mei 2019 IHSG turun ke level 6.071. Begitu pula pada Rabu, 15 Mei 2019, IHSG anjlok ke posisi 5.980.

Belum berhenti sampai di situ, pelemahan terus terjadi pada 16 Mei 2019, IHSG turun ke level 5.895. Kemudian kondisi ini semakin buruk pada Jumat, 17 Mei 2019, yaitu IHSG ditutup pada angka 5.826.

Penurunan IHSG dalam sepekan terakhir jatuh sangat dalam sebesar 6,16 persen ke level 5.826 dari 6.209 pada penutupan pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar juga anjlok sebesar 6,15 persen menjadi Rp6.629,63 triliun dari Rp7.064,09 triliun pada penutupan pekan lalu.

Dari data tersebut, rata-rata nilai transaksi anjlok Rp7,74 triliun dari Rp9,04 triliun atau terjadi penurunan sebesar 14,38 persen.


Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Utama berpendapat, peran pemerintah dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan dengan efektif dipandang sebagai stimulus utama keseimbangan fundamental makro ekonomi yang turut berimbas pada laju IHSG.

Pengumuman KPU, kata Nafan, menambah sentimen positif yang ada sehingga IHSG mampu bergerak menguat pada hari ini.

“Pengumuman hasil rekapitulasi KPU yang dipercepat dari 22 Mei menjadi 21 Mei pukul 2 dini hari turut memberikan katalis positif bagi meningkatnya kepercayaan bagi para pelaku pasar domestik untuk melakukan aksi beli,” kata dia.

Nafan bahkan optimistis laju positif IHSG ini bisa berlanjut hingga perdagangan saham esok hari. “Mungkin besok masih menguat,” kata Nafan.

Sementara itu, Fund Manager PT Valbury Capital Management, Suryo Narpati mengatakan, penguatan IHSG hari ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena sentimen politis yaitu kemenangan dari petahana.

“IHSG bergerak positif sementara hari ini, salah satunya karena kemenangan petahana, sementara faktor lain adalah adanya pembagian dividen dari beberapa emiten di bursa,” kata dia.

Meski saat ini IHSG menguat, tapi ia mewanti-wanti kondisi ekonomi global saat ini yang tengah tidak stabil karena perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina.

Selain itu, kata dia, ada pula faktor lain yang harus diwaspadai yaitu stabilitas politik di dalam negeri di usai pilpres ini.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz