Menuju konten utama

Rangkuman Berita Perang Iran Terbaru Hari Ke-39 Ada Apa Saja?

Situasi terkini hari ke-39 belum bisa menjawab pertanyaan kapan Perang Iran berakhir. Serangan masih terus terjadi di antara para pihak yang bertikai.

Rangkuman Berita Perang Iran Terbaru Hari Ke-39 Ada Apa Saja?
Ilustrasi Perang Iran. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memasuki hari ke-39 pada Selasa (7/4/2026). Jumlah korban terbunuh masih terus meningkat di saat tenggat waktu ultimatum Presiden AS Donald Trump terus menipis. Berikut rangkumannya.

Ultimatum Trump agar Teheran mau menyepakati untuk membuka Selat Hormuz sebelum Rabu (8/4/2026) masih mendominasi pemberitaan media massa dunia. Keinginan Trump jika tidak dipenuhi sesuai tenggat waktu akan berimbas pada ancaman penghancuran fasilitas listrik dan jembatan Iran oleh AS.

Ancaman Trump itu mengkhawatirkan banyak pihak seiring penjelasan para ahli bahwa penargetan infrastruktur sipil adalah kejahatan perang.

Di sisi lain, upaya pengakhiran perang melalui kesepakatan gencatan senjata yang diajukan Pakistan dilaporkan tak berjalan lancar. Menukil Al Jazeera, Trump menyebut usulan itu "tidak cukup baik", sementara Teheran dilaporkan tak puas dengan usulan yang diajukan.

Usulan kesepakatan dari Pakistan memuat ketentuan masa berlaku gencatan senjata selama 45 hari. Hal ini ditolak oleh Iran yang menginginkan gencatan senjata permanen.

Sebagai gantinya, para pejabat Iran disebut mengajukan proposal balasan dengan 10 poin kesepakatan. Poin-poin dalam usulan tersebut termasuk pencabutan sanksi, kompromi pengayaan uranium, dan pembentukan tatanan baru di Selat Hormuz.

Serangan ke Target Sipil Tetap Berlangsung

Ketidakjelasan situasi dalam perundingan Iran-AS membuat aktivitas serangan AS-Israel di Iran tetap terjadi. Universitas dan fasilitas minyak Iran jadi salah satu target sipil serangan tersebut.

Serangan terbaru di Iran tersebut termasuk serangan terhadap tiga bandara di Teheran oleh militer Israel. Negara Zionis tersebut mengklaim menargetkan beberapa pesawat dan helikopter Iran di sana.

Akan tetapi, serangan tersebut diklaim telah menghantam salah satu kompleks petrokimia terbesar Iran. Melansir BBC, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut bahwa serangan tersebut membuat Iran kini kehilangan dua fasilitas produksi petrokimia yang menyumbang 85 ekspor Teheran di industri tersebut.

Pejabat Iran memandang serangan ini sebagai "eskalasi besar" dan tanda bahwa AS-Israel bermaksud untuk menghancurkan kemampuan bertahan hidup rakyat Iran.

Sementara itu Iran juga masih terus melakukan serangan rudal dan drone dengan target di seluruh wilayah Teluk. Serangan Iran juga masih dilancarkan dengan target berupa wilayah Israel.

CBS merilis laporan bahwa pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait baru-baru ini dihantam serangan drone Iran. Sebanyak 15 warga AS mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Arab Saudi juga masih melaporkan adanya serangan drone di wilayah mereka. Juru bicara militer Saudi menyebut setidaknya 18 drone telah dicegat sistem pertahanan udara negara tersebut pada Selasa.

Bahrain dilaporkan menangguhkan akses lalu lintas via jembatan King Fahd tanpa batas waktu. Otoritas pengawas jembatan menyebut bahwa jembatan penting penghubung Bahrain dan Saudi ini ditutup demi pencegahan atas potensi serangan Iran.

Sebelumnya, pada Senin (6/4) malam, tujuh rudal balistik Iran dilaporkan telah diluncurkan dengan target berupa wilayah Provinsi Timur, Arab Saudi. Jembatan King Fahd merupakan jalur yang menghubungkan provinsi Saudi tersebut dengan Bahrain.

Serangan juga masih dilaporkan oleh Uni Emirat Arab (UAE). Kementerian Pertahanan UAE menyebut bahwa mereka baru saja mencegat rudal dan drone yang datang dari Iran.

Israel juga jadi sasaran serangan terbaru Iran. Rudal Iran dilaporkan menghantam bangunan perumahan di Kota Haifa. Setidaknya empat orang terbunuh karenanya.

Trump Mengonfirmasi Penyelamatan Pilot F15-E yang Ditembak Iran

Sementara itu, Donald Trump dan pejabat senior AS lainnya mengonfirmasi misi penyelamatan dua penerbang militer AS yang pesawat tempurnya jatuh di Iran. Lebih dari 170 pesawat dan ratusan tentara dikerahkan dalam operasi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengecam jurnalis yang melaporkan operasi penyelamatan AS terhadap seorang penerbang yang jatuh di Iran. Ia menuntut sumber laporan itu diungkap dan mengancam hukuman penjara.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga baru saja merilis pernyataan bahwa pasukannya telah menyerang lebih dari 13.000 sasaran di Iran selama perang sejak 28 Februari.

Israel Terus Menginvasi Lebanon

Dampak Perang Iran-AS di Lebanon juga terus meningkat. Israel terus melanjutkan invasinya ke Lebanon dengan serangan terbaru telah meluas hingga Ain Saadeh, tempat tinggal komunitas Kristen di timur Beirut.

Dua serangan terpisah Israel baru-baru ini di Lebanon juga dilaporkan telah menewaskan lima orang. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan hal tersebut.

Bangunan perumahan di Beirut juga dilaporkan dihantam oleh dua bom GBU-39 buatan AS. Tiga orang terbunuh karenanya.

Kondisi di Lebanon kian memprihatinkan ketika PBB menyatakan bahwa lebih dari 1,1 juta orang kini telah terdaftar sebagai pengungsi. Mereka terpaksa mengungsi setelah Israel terus menginvasi Lebanon.

Korban terbunuh juga dilaporkan terjadi di Irak. Sepasang suami istri di wilayah Kurdi, Irak bagian utara tewas setelah rumah mereka dihantam drone yang oleh otoritas setempat digambarkan "datang dari Iran".

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar