Indeks Sejarah Indonesia

Sejarah Hari Lahir Pancasila: Peran BPUPKI dan PPKI
BPUPKI dan PPKI adalah dua badan bentukan Jepang. Semula untuk menjinakkan kaum pergerakan, dua badan itu berperan merumuskan dasar negara.

Sejarah Tembakau Rakyat yang Berjasa Membuat Petani Bisa Berhaji
Tembakau bisa memberikan keuntungan besar sehingga membuat petani bisa naik haji.

Meresapi Sejarah dalam Kronik Kalimantan ala Tjilik Riwut
Tjilik Riwut mengumpulkan data-data berbagai hal tentang Kalimantan, termasuk sejarah dan budaya, yang kemudian menghasilkan beberapa buku.

Rasuna Said, Politikus & Ulama Perempuan di Jalur Nasionalisme
Rasuna Said terlibat dalam gerakan perjuangan kemerdekaan sejak usia belasan tahun. Orator yang vokal menentang pemerintah kolonial.

P.K. Ojong Pendiri Kompas: Mengajar, Menulis, Mengabarkan Indonesia
P.K. Ojong, salah satu pendiri harian Kompas, mulanya adalah seorang guru. Bersama Jakob Oetama, ia berhasil membawa perusahaannya jadi raksasa media.

Sejarah Pemikiran A.R. Baswedan: Dalam Islam, Semua Manusia Setara
Bagi A.R. Baswedan, Islam mengajarkan kesetaraan. Baik keturunan Tionghoa atau peranakan Arab, semuanya berdiri sejajar sebagai warga negara Indonesia.

Dr. Soetomo, Orang Konservatif di Tengah Radikalisasi Pergerakan
Kematian sang ayah mengubah arah hidup Sutomo. Memilih jalan konservatif di tengah derasnya radikalisasi zaman pergerakan nasional.

Buya Hamka: Politikus tanpa Dendam, Modernis yang Serius Bertasawuf
Hamka tak pernah menaruh dendam pada lawan-lawan politiknya. Sebagai modernis, ia juga serius mempelajari tasawuf.

Sejarah Gugatan Sengketa Pilpres ke MK: dari 2004 Hingga 2019
Sejarah mencatat, gugatan sengketa hasil pilpres selalu terjadi di setiap perhelatan pemilu, dari 2004, 2009, 2014, hingga 2019.

Sejarah Sukarno dan Volkswagen Kodok di Sekitar G30S 1965
Sukarno naik mobil VW kodok ketika mengamankan diri pada 1 Oktober 1965. Ia juga naik VW kodok ketika meninggalkan Istana Negara selama-lamanya.

Rekor Kecurangan Pemilu di Indonesia Dipegang oleh Orde Baru
PNS harus pilih Golkar, partai-partai lain difusikan dan dikerdilkan.

Jalan Modern Abu Hanifah, 'Orang Kiri' di Partai Masyumi
Abu Hanifah bergumul dengan kemodernan dan keislaman sejak kanak-kanak. Indonesianis George Kahin menggolongkannya dalam kelompok sosialis-religius di Masyumi.

Nur Chadijah, Santriwati Kosmopolit & Perintis Pesantren Perempuan
Nyai Nur Chadijah berjasa dalam memelopori kelas khusus perempuan di pesantren tradisional. Bersama suaminya, K.H. Bisri Syansuri, ia belajar di Makkah.

Sejarah Hidup Oei Tjoe Tat, Loyalis Bung Karno hingga Akhir Hayat
Oei Tjoe Tat dipenjara rezim Orba karena kedekatannya dengan Bung Karno. Ia tetap teguh pada Sukarnoisme hingga akhir hidupnya.

Sekolah Kartini: Balas Budi Perempuan Belanda kepada Pribumi
Sekolah Kartini yang didirikan beberapa perempuan Belanda adalah bagian dari politik etis. Ia bertujuan mewariskan semangat emansipasi Kartini.

Khairiyah Hasyim, Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Makkah
Khairiyah menguasai kitab-kitab klasik yang diajarkan ayahnya, K.H. Hasyim Asy'ari. Ia lalu pergi ke Makkah dan mendirikan sekolah perempuan di sana.

Lagu-Lagu Perjuangan Ismail Marzuki Menjaga Martabat Negeri
Ismail Marzuki adalah seniman sekaligus pejuang yang namanya melegenda. Ia pencipta lagu-lagu bertema perjuangan yang mengabadi hingga kini.

Jasa Dotulong & Pasukan Tulungan untuk Belanda Selama Perang Jawa
Dotulong adalah legenda pasukan kolonial dari Minahasa. Pasukan Tulungan yang dipimpinnya ikut melumpuhkan Diponegoro.

Sirajuddin Abbas dan Jalan Demokratis Negara Islam di Indonesia
Bersama Perti, Sirajuddin Abbas yakin negara Islam bisa dicapai lewat jalur demokrasi. Ia menentang cara Kartosoewirjo dan menyebutnya durhaka.

Roestam Effendi: Penyair Pensiun yang Banting Setir Jadi Politikus
Roestam Effendi adalah salah satu orang Indonesia pertama yang menjadi anggota parlemen Belanda. Sebelumnya ia seorang penyair yang produktif.
Masuk tirto.id








