Indeks Sejarah Indonesia
Kiprah Keturunan Arab dalam Pergerakan Nasional
Persatoean Arab Indonesia (PAI) pelan tapi pasti bisa mewedarkan nasionalisme di kalangan orang Arab di Hindia Belanda.

Minoritas Kristen dalam Kancah Pergerakan Nasional
Cap sebagai "agama (yang dibawa) penjajah" membuat orang Kristen mudah didakwa antek Belanda. Inilah kisah umat Kristiani di jalan pergerakan nasional.

Perjuangan Orang Tionghoa dalam Pergerakan Nasional
Kiprah tokoh-tokoh terkemuka Tionghoa yang memutuskan bergabung dengan pergerakan nasional yang mencita-citakan kemerdekaan Indonesia.

Pertemuan dengan Rosidi, "Hantu Komunis" yang Bukan Komunis
Kisah seorang orang kecil terkena imbas dahsyat politik 1965-1966 yang menyeretnya menjalani kerja paksa selama 13 tahun di bawah pemenjaraan tanpa peradilan rezim Orde Baru.

Politik Gebuk Menggebuk ala Soeharto dan Jokowi
"Gebuk" adalah bahasa kekuasaan, bukan bahasa hukum. Mengapa Jokowi menggunakan kata "gebuk"?

Sejarah Terbaginya Bandung dan Wacana Kab. Bandung Timur
Membaca wacana pembentukan Kabupaten Bandung Timur dari sejarah pembagian wilayah di Bandung.

Memimpin Perjuangan Rakyat Sulawesi dari Balik Jeruji
Selain Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan punya sosok pahlawan besar lain yang tak kalah berjasa: Andi Sultan Daeng Radja.
Pesan Mendalam Sukarno dan Kisah Para Istrinya
Punya istri banyak sudah jadi pilihan Sukarno. Namun, di balik pengalamannya itu, Sukarno punya kesan dan pesan mendalam soal wanita. Istri bagi Sukarno bisa memaafkan dan melupakan segala kesalahan seorang suami, tetapi istri tidak akan pernah melupakan sebuah perselingkuhan suaminya.
Seruan Guru Mansur untuk Rakyat Betawi
"Umat Islam tidak mau ditindas. Saya tidak mau ngelonin kebatilan. (Rakyat) Betawi, rempuglah!" (KH Mohammad Mansur)

Kisah Ahmad Dahlan dan Koreksi Waktu Subuh Muhammadiyah
Dengan pendekatan ilmu falak (astronomi) Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah mengoreksi waktu dimulainya salat subuh di Indonesia. Waktu subuh seharusnya lebih lambat 20-30 menit dari yang digunakan sekarang.

Ilmuwan Buta dari Ambon yang Mengalahkan Nasib Buruk
“Lupakan tragedi yang menimpamu. Kita semua nahas sejak awal dan kau memang harus terluka habis-habisan agar dapat menulis secara serius. Saat kau terluka, gunakanlah—jangan curang. Setialah kepadanya seperti seorang ilmuwan—tetapi jangan anggap penderitaan itu istimewa hanya karena ia terjadi kepadamu atau orang-orang terdekatmu (Ernest Hemingway, dalam sebuah surat untuk F. Scott Fitzgerald).

Berjibaku Melawan Orde Baru Demi Hak Umat Khonghucu
Thjie Tjay Ing gigih memperjuangkan agar negara mengakui Khonghucu menjadi agama resmi di Indonesia meskipun harus berhadapan dengan rezim represif Orde Baru.

Siapa Menolak Pancasila sebagai Asas Tunggal?
Pada dekade 1980an, publik Indonesia diramaikan wacana pemerintah Pancasila sebagai asas tunggal. Organisasi dan partai politik pun mau tidak mau harus menerima UU Nomor 3/1985. Atau bubar.
Wimanjaya Bertaruh Nyawa Membongkar Dosa Rezim Soeharto
Wimanjaya menulis trilogi buku yang mengungkap bobrok Orde Baru semasa Soeharto masih berkuasa. Alhasil, ia dituding gila, dimata-matai, diteror, sampai dipenjara.
Sejarah Kemunculan HTI Hingga Akhirnya Dibubarkan
HTI masuk ke Indonesia pada 1983 oleh Abdurrahman al-Baghdadi, seorang mubalig sekaligus aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia. Ia memulainya dengan mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan.

Ketika Rakyat dan Raja Bali Bertempur Sampai Mati
I Gusti Ngurah Made Agung adalah pemimpin Kerajaan Badung-Bali yang turun langsung berperang melawan Belanda demi martabat rakyat Pulau Dewata. Presiden Jokowi pun menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.
Membebaskan "Aing" dari Belenggu Hierarki Bahasa Sunda
Politik bahasa, atau operasi kekuasaan dalam berbahasa, bisa dibaca dari diskursus penggunaan kata "aing" dalam bahasa Sunda.
Orang Kuningan Perumus Paskibraka
Idik Sulaeman adalah orang yang mencetuskan nama Paskibraka dan merancang semua perlengkapannya. Ia juga berjasa menggagas rancangan seragam sekolah dari SD, SMP, hingga SMA.

Sejarah Batalyon 3 Mei
Jelang perginya Belanda, serdadu-serdadu KNIL Minahasa memberontak bersama laskar rakyat di Manado. Mereka berhasil membentuk sebuah batalyon yang akhirnya dikirim menumpas RMS di Ambon.

Kampus-Kampus Merah, Kampus Kader Komunis
PKI tampil sebagai partai besar yang mendirikan beberapa kampus. Tentu saja, banyak di antaranya yang menghilang tanpa jejak.
Masuk tirto.id








