Indeks Sejarah Indonesia

Megawati Tekankan Soal Pentingnya Sejarah Pancasila
Menurut Megawati, yang paling penting dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 adalah ketika Ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat mengetuk palu sebagai tanda bahwa Pancasila diterima oleh berbagai elemen.

Sepak Terjang Sjahrir, Amir, dan Tan Jelang Proklamasi RI
Para pemimpin pergerakan sosialis dan komunis tak dirangkul pemerintah pendudukan Jepang. Ada yang menyamar dan membangun gerakan bawah tanah anti-Jepang. Mereka dekat dengan para pemuda yang berperan mendesak proklamasi dipercepat pada 17 Agustus 1945.

Komposisi Etnis dan Agama Para Perumus Pancasila
Lebih dari separuh anggota BPUPKI dan PPKI dari etnis Jawa. Sebagian lagi dari Sunda, sebagian kecil lagi dari beberapa suku bangsa di luar Pulau Jawa. Mereka merumuskan Konstitusi Indonesia.

Dari Pejambon Lahir Pancasila
72 tahun lalu, di sinilah pidato yang menandai kelahiran Pancasila digaungkan oleh Sukarno.

15 Masjid yang Mengabadikan Cheng Ho di Indonesia
Ditemani mayoritas awak kapal penganut Buddha dan Tao, ekspedisi Cheng Ho melayari puluhan pusat kerajaan dan pelabuhan dagang di Asia dan Afrika, membawa pertukaran budaya dan menyebarkan agama Islam.

Kisah Klasik Catatan Perjalanan Bujangga Manik
Kesusastraan klasik kaya dengan bentuk cerita-cerita perjalanan. Salah satu yang termasyhur adalah catatan perjalanan Bujangga Manik.

Asal-Usul Kampung Melayu di Batavia
Dulu, VOC dan kapitan terkenalnya Wan Abdul Bagus memprioritaskan kampung ini hanya untuk orang-orang Melayu saja.

Syekh Yusuf: Pahlawan Kita yang Dibanggakan Nelson Mandela
Pahlawan Nasional Syekh Yusuf dari Gowa tak hanya dihormati masyarakat di daerah asalnya. Tokoh Afrika Selatan, Nelson Mandela, juga tak kalah menghormatinya.

Cinta dan Benci untuk Soeharto
Dua sisi Soeharto: dicintai namun juga melukai. Kekaguman yang ditopang oleh kekejaman.

Hari-Hari Menjelang Soeharto Lengser
Bagaimana sejumlah media cetak menggambarkan hari-hari genting dalam politik Indonesia menjelang kejatuhan Soeharto?

Timor Leste pada Masa Kolonial
Pepatah "Lepas dari mulut harimau, masuk mulut buaya" ialah perumpamaan yang tepat tentang nasib rakyat Timor Leste. Portugal angkat kaki setelah berkuasa selama ratusan tahun, tetapi Tentara Nasional Indonesia sudah menunggu gilirannya sambil menodongkan senjata.

Dulu Guru Dipanggil Ndoro, kini Bapak-Ibu Saja
Setiap sekolah punya istilah untuk memanggil gurunya. Bapak-Ibu adalah umum dipakai di Indonesia sekarang. Sebagai sosok yang dihormati, guru pernah dipanggil ndoro di masa kolonial.

Orang-Orang Indo dalam Pergerakan Nasional
Orang-orang Indo, mereka yang punya garis darah dari (orang) Eropa, juga punya peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Kiprah Keturunan Arab dalam Pergerakan Nasional
Persatoean Arab Indonesia (PAI) pelan tapi pasti bisa mewedarkan nasionalisme di kalangan orang Arab di Hindia Belanda.

Minoritas Kristen dalam Kancah Pergerakan Nasional
Cap sebagai "agama (yang dibawa) penjajah" membuat orang Kristen mudah didakwa antek Belanda. Inilah kisah umat Kristiani di jalan pergerakan nasional.

Perjuangan Orang Tionghoa dalam Pergerakan Nasional
Kiprah tokoh-tokoh terkemuka Tionghoa yang memutuskan bergabung dengan pergerakan nasional yang mencita-citakan kemerdekaan Indonesia.

Pertemuan dengan Rosidi, "Hantu Komunis" yang Bukan Komunis
Kisah seorang orang kecil terkena imbas dahsyat politik 1965-1966 yang menyeretnya menjalani kerja paksa selama 13 tahun di bawah pemenjaraan tanpa peradilan rezim Orde Baru.

Politik Gebuk Menggebuk ala Soeharto dan Jokowi
"Gebuk" adalah bahasa kekuasaan, bukan bahasa hukum. Mengapa Jokowi menggunakan kata "gebuk"?

Sejarah Terbaginya Bandung dan Wacana Kab. Bandung Timur
Membaca wacana pembentukan Kabupaten Bandung Timur dari sejarah pembagian wilayah di Bandung.

Memimpin Perjuangan Rakyat Sulawesi dari Balik Jeruji
Selain Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan punya sosok pahlawan besar lain yang tak kalah berjasa: Andi Sultan Daeng Radja.
Masuk tirto.id








