Indeks Perbankan

Kamis, 11 Agt 2016

OJK: Bank Masih Dominasi Pengaduan Nasabah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 53 persen dari total pengaduan nasabah mulai dari Januari 2013 sampai Juli 2016 merupakan pengaduan yang terkait dengan layanan perbankan. Pengaduan soal perbankan tersebut sebagian besar terkait masalah restrukturisasi kredit.
Bisnis
Selasa, 2 Agt 2016

BI Upayakan Penerbitan NCD Capai Rp22 Triliun

Bank Indonesia memastikan hingga Desember 2016 penerbitan sertifikat deposito (NCD) mencapai Rp22 triliun. Dengan jumlah sebesar itu, NCD akan menjadi instrumen yang potensial untuk menambah pendanaan perbankan.
Bisnis
Kamis, 23 Jun 2016

Premi Tambahan Dibebankan ke Perbankan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana membebankan premi tambahan kepada industri perbankan, khusus pendanaan Program Restrukturisasi Perbankan (PRP) yang menjadi tugas baru LPS setelah Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK) disahkan.
Ekonomi
Minggu, 19 Jun 2016

Babak Baru Perbankan Dunia

BRI mengukir sejarah sebagai bank pertama yang memiliki satelit sendiri. Satelit seharga Rp3,375 triliun itu diharapkan bisa membawa efisiensi sekaligus memperluas jangkauan BRI hingga ke pelosok Indonesia. Ini artinya, satelit BRIsat menjadi salah satu solusi untuk inklusi keuangan Indonesia.
Ekonomi
Kamis, 26 Mei 2016

Hadang Investasi "Bodong", OJK Bentuk Satgas Investasi Daera

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersiapkan satgas investasi di daerah untuk mengatasi kasus investasi bodong. Satgas ini juga memiliki fungsi edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat di daerah.
Rabu, 13 Apr 2016

Bradley Birkenfeld: Mossack Fonseca Pemain Kecil

Whistleblower keuangan terkenal Bradley Birkenfeld mengatakan bahwa sewaktu ia menjadi bankir di Swiss, Mossack Fonseca hanya merupkan salah satu bagian kecil dari labirin maha besar bisnis perusahaan offshore di Panama.
Jumat, 8 Apr 2016

Swiss Periksa Nama Bank-bank yang Muncul di

Pemerintah Swiss saat ini tengah menyelidiki berbagai cabang bank-bank Swiss, termasuk UBS dan Credit Suisse, yang disebut dalam dokumen-dokumen bocor milik firma hukum asal Panama, Mossac Fonseca, atau "Panama Papers," sebagai bank-bank utama yang kerap meminta pendirian perusahaan-perusahaan offshore untuk nasabah-nasabahnya.