Indeks Current Issue

Novanto Pelesir: Mengapa Sebaiknya Tak Perlu Ada Lapas Koruptor?
Lapas Sukamiskin terus-terusan jadi sorotan. Beberapa orang lantas menilai lapas khusus seperti itu tak dibutuhkan.

Soal Laporan Keuangan: Garuda & Akuntan Publik Bakal Kena Sanksi?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan, ada kejanggalan terkait dengan piutang yang diakui sebagai pendapatan dalam laporan keuangan Garuda tahun 2018.
Sejarah Tol Cipali: Dari Soeharto, Lanjut ke SBY, Diresmikan Jokowi
Sejarah Tol Cipali dimulai sejak era Orde Baru, kemudian baru dilanjutkan oleh pemerintahan SBY pada 2011, hingga diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 2015.

Wacana KLB Demokrat: Upaya Regenerasi atau Mendongkel SBY?
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudin meminta dan mengingatkan seluruh kader untuk tidak bicara lebih lanjut soal KLB.

Bukti Pengawasan Senpi Lemah: Kasus Koboi Sopir BMW & Perampok Toko
Dua kasus yang terjadi pada Sabtu lalu jadi bukti bahwa pengawasan senjata api di Indonesia memang masih jauh dari maksimal.

Prahara Demokrat Mengoreksi Kepemimpinan SBY
Sejumlah kader senior yang tergabung dalam GMPPD tak ingin Partai Demokrat terkesan jadi partai keluarga.

Tantangan Maurizio Sarri Terapkan Sarri-ball di Juventus
Di Juventus, Maurizio Sarri akan mendapatkan dua hal yang sangat dia dambakan: waktu dan keleluasaan membangun skuat. Namun, hal ini harus dibayar target tinggi: menjuarai Liga Champions.

Di Balik Pengutipan Pendapat Tokoh dalam Gugatan PHPU Prabowo
Dalam gugatannya, Tim Hukum BPN mengutip sejumlah pendapat dari tokoh sebagai posita dalam gugatan mereka. Apa alasannya?

Bolehkah Pemerintah Batasi Medsos dan Awasi Grup WhatsApp?
Elsam mengingatkan pemerintah agar tidak melanggar hukum dan ruang-ruang privat saat pembatasan medsos dan pengawasan grup whatsapp.

Kasus Setya Novanto Pelesiran: Potret Nihilnya Pembenahan di Lapas
ICJR menilai kasus napi korupsi pelesiran terus berulang lantaran Kementerian Hukum dan HAM hanya menangani perkara ini secara administratif dan etik.

Seriuskah Anies Alihkan Reklamasi Guna Kepentingan Publik?
Penerbitan IMB oleh Gubernur Anies Baswedan dikritik DPRD lantaran raperda yang mengatur zonasi dan tata ruang belum rampung.

Yang Kurang dari Kemenangan Telak Timnas Indonesia atas Vanuatu
Meski menang telak, Timnas Indonesia tidak banyak melakukan improvisasi dan eksperimen saat menghadapi Vanuatu.

Pernikahan Beda Usia di Sulsel & Lemahnya Perlindungan Kepada Anak
Menurut Direktur ICJR pernikahan bawah umur bisa dilakukan sepanjang mendapat restu orang tua dan izin pengadilan. Celah ini yang dikhawatirkan dimanfaatkan pelaku pedofilia.

Respons MNC Group & Media Group Soal Tuduhan Kubu Prabowo di MK
Tim hukum Prabowo-Sandi merasa tidak mendapat pemberitaan yang berimbang dari media-media yang pemiliknya mendukung Jokowi.

Cara Jokowi Membagi Jatah Menteri Persempit Peluang Calon Nonpartai
Keinginan Jokowi membagi jatah menteri ke partai berdasarkan perolehan kursi di DPR dinilai sebagai kerjasama politik yang akan mempersempit peluang masukin profesional nonpartai.

Yang Dikhawatirkan dari Langkah Pansel KPK Undang Personel Polri
Langkah Pansel KPK undang personel Polri menjadi komisioner KPK dinilai salah jalan dan kontraproduktif. Sebab menurut ICW nilai Polri dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) rendah.

Yang Terjadi Jika Lapindo Tak Lunasi Utang Hingga Jatuh Tempo
Beban utang yang mesti dibayarkan PT Minarak Lapindo Jaya bisa bertambah jika mereka tak melunasi utang saat jatuh tempo. Selain itu pemerintah juga bisa menyita aset yang dijaminkan.

Kontroversi Pelarangan Iklan Rokok di Internet ala Kemenkes
Hananto Wibisono dari Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) berpesan agar pemerintah memperhatikan keberlangsungan pemangku kepentingan Industri Hasil Tembakau (IHT).

Kiprah Novel Baswedan di KPK & Tudingan Celana Cingkrang "Radikal"
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta agar personel KPK tidak dinilai dari penampilan luarnya, melainkan dari hasil kerjanya.

Alasan Mengapa Tim Khusus Polri Soal Kerusuhan 22 Mei Diragukan
Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen dalam mengusut kerusuhan 21-22 Mei.
Masuk tirto.id








