Proyek Tol Hutama Karya Bisa Molor 2 Tahun akibat Tekanan Keuangan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 17 September 2020
Proyek tol yang dikerjakan PT Hutama Karya akan mengalami penundaan selama dua tahun karena operasionalnya terdampak pandemi COVID-19.
tirto.id - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan proyek tol yang dilakoni oleh PT Hutama Karya akan mengalami penundaan. Ia mengatakan COVID-19 telah menimbulkan persoalan pada perusahaan infrastruktur pelat merah itu dan sedikit banyak memengaruhi kinerja operasionalnya.

“Semua tol Sumatera masih ada beberapa ruas kita segera selesaikan 11 ruas utama. Diharapkan backbone bisa terjadi di 2024 atau terlambat 1-2 tahun karena kondisi COVID-19 yang memberi tekanan [keuangan] pada pengembang [Hutama Karya] HK,” ucap Kartika dalam HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Kartika mengatakan di samping Trans Sumatera, pemerintah juga tengah mendorong penyelesaian Trans Jawa. Kali ini bagian Trans Jawa itu adalah bagian Jawa Timur dari area Probolinggo sampai Banyuwangi.

Kartika yakin bila keduanya telah selesai, maka biaya logistik nasional dapat semakin ditekan. Upaya membangun infrastruktur darat ini juga diiringi dengan jaringan infrastruktur di laut dan bandar udara.

PT Hutama Karya menjadi salah satu BUMN penerima suntikan dana pemerintah. Pada tahun 2020, ada dana sekitar Rp3,5 triliun dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dan ditambah lagi Rp7,5 triliun yang masuk dalam pos Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bantuan modal ini ditujukan untuk memastikan struktur pemodalan PT HK terpenuhi. Pembangunan ruas jalan tol yang menjadi tanggung jawab HK pun dapat dilaksanakan.

Tidak hanya itu, pada 2021, HK tetap mendapat tambahan PMN lagi. Kemenkeu menganggarkan PMN bagi HK senilai Rp6,20 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan sudah tercantum dalam nota keuangan pemerintah pusat yang sedang dibahas bersama DPR RI.


Baca juga artikel terkait PT HUTAMA KARYA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight