tirto.id - Profil bos rokok HS, Muhammad Suryo, ramai dicari publik usai mengalami kecelakaan maut di Kulonprogo, Yogyakarta pada Minggu (1/3/2026) sore. Istri bos HS dilaporkan meninggal akibat kecelakaan motor gede (moge) ini.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di simpang empat Mlangsen, Palihan, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Berdasarkan keterangan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kecelakaan itu terjadi ketika moge Muhammad Suryo menabrak pengendara lainnya dengan kecepatan tinggi.
"[Kecelakaan] terjadi pada hari Minggu 1 Maret 2026 pkl 16.45 WIB di jalan Wates-Purworejo Simpang empat Mlangsen Ds. Palihan, Kec. Temon, Kab. Kulonprogo yang mengakibatkan saudari AS (penumpang motor besar) meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko dalam keteranga resmi, Senin (2/3/2026).
Menurut keterangan saksi mata yang beredar, insiden bos HS kecelakaan itu terjadi ketika moge yang dikendarai Muhammad Suryo dan istrinya, Anis Syarifah (AS), hendak menyalip kendaraan di depannya.
Moge bertipe Harley Davidson dikendarai Suryo dengan kecepatan tinggi ketika mengambil lajur kanan guna menyalip. Namun, di saat bersamaan sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX muncul hendak menyeberang.
Akibatnya, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Moge Muhammad Suryo menabrak sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai warga. Seluruh korban dilaporkan terlempar akibat tabrakan tersebut.
Penumpang Jupiter MX dilaporkan terlempar sampai masuk ke saluran irigasi di samping jalan raya. Muhammad Suryo an Anis Syarifah juga terlempar, moge mereka terseret hingga puluhan meter.
Anis Syarifah meninggal dunia di tempat akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan, Muhammad Suryo dilaporkan dalam keadaan kritis dan kini tengah menjalani perawatan medis di RS Jogjakarta International Hospital (JIH).
Pengendara motor Jupiter MX, yang terdiri dari ayah dan seorang anaknya, juga mengalami luka serius dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates, Kulonprogo.
Insiden ini turut menyita perhatian warganet di media sosial. Pada Senin (2/3/2026), ucapan duka ramai diunggah.
"Dengan penuh rasa duka, Keluarga Besar Surya Group & HS Berani Kita Beda menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Anis Syarifah," tulis unggahan belasungkawa dari perusahaan Surya Group milik Muhammad Suryo di Instagram pada Senin (2/3/2026).
Profil Muhammad Suryo, CEO Surya Group Holding Company
Muhammad Suryo merupakan pebisnis asal Lampung yang dikenal luas lewat kesuksesannya mengembangkan merek rokok HS. Pria kelahiran 27 Maret 1984 ini adalah anak eks Wakil Bupati Bengkulu Utara, Sumarno.
Suryo membangun HS pada 2024 lalu. Kala itu ia mendirikan pabrik rokok dengan merek tersebut di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Semula pabrik itu disebut memiliki 30 buruh linting.
Merek rokok HS itu dibuat Suryo pada momen kenaikan cukai harga produk tembakau. Ketika pemain lama industri rokok cukup kelimpungan dengan kenaikan harga, Suryo justru dapat meraup keuntungan dari situasi tersebut.
Alih-alih ikut kelimpungan, merek rokok HS milik Muhammad Suryo justru laku keras di pasaran. Hal itu disebabkan HS menawarkan produk dengan harga yang kompetitif dan varian yang beragam.
Hanya dalam waktu dua tahun, pabrik HS di Muntilan berhasil mengekspansi kemampuan produksinya menjadi 5 juta batang per hari. Jumlah buruh yang dipekerjakan di sana disebut mencapai 3.000 orang.
Kesuksesan tersebut juga kemudian membuat Muhammad Suryo mengekspansi bisnisnya melalui Surya Group Holding Company. Perusahaan induk ini kemudian jadi perantara Muhammad Suryo memiliki HS dan bisnis lainnya di bidang properti, minyak dan gas, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.
Selain dikenal karena kesuksesannya membangun HS sebagai pemain baru industri rokok, Muhammad Suryo juga dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang inklusif. Dalam banyak kesempatan, ia membuka lowongan tanpa melihat latar belakang ijazah dan pengalaman kerja sebagai syarat utama.
Suryo menyebut bahwa yang ia inginkan dari setiap pekerjanya hanyalah kemauan belajar. Ia juga pernah menyebut ingin membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Pada awal 2026, Muhammad Suryo sebenarnya baru saja mengumumkan rencana ekspansi bisnis HS. Ia telah mencanangkan pembangunan empat pabrik baru dengan kapasitas 10.000 karyawan, di Yogyakarta dan Lampung Timur.
Akan tetapi, belum sempat rencana itu terlaksana sepenuhnya, Muhammad Suryo mengalami insiden kecelakaan lalu lintas pada Minggu. Kendaraan moge yang ia tumpangi bersama istrinya menabrak sepeda motor lain, menyebabkan istri Suryo meninggal dunia.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































