Menuju konten utama

Prabowo Akan Bertemu SBY dalam Waktu Dekat, Bahas Politik

Deputi Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution menerangkan rencana pertemuan Prabowo dengan SBY adalah demi mewujudkan rencana Koalisi Besar.

Prabowo Akan Bertemu SBY dalam Waktu Dekat, Bahas Politik
Calon Presiden 02 Prabowo Subianto tiba di kediaman Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (3/6/2019). tirto.id/ Adrian pratama taher

tirto.id - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco mengungkapkan rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Memang sebelum lebaran, itu saya dengan Pak Prabowo mau silaturahmi ke tokoh-tokoh politik pada saat lebaran dan setelah lebaran bersilaturahmi dan halal bihalal. Termasuk juga saya dengar waktu itu ke Partai Demokrat" kata Dasco di Gedung DPR RI pada Rabu (10/5/2023).

Meski demikian, Dasco enggan membeberkan waktu dan tempat pertemuan kedua tokoh partai tersebut. Saat ini kedua partai sedang menyiapkan agenda pertemuan di tengah kesibukan pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) ke KPU RI.

"Bahwa kemudian ada rencana itu iya, tapi untuk realisasi pertemuannya saya belum dapat kabar pasti untuk kapan di mananya," terangnya.

Secara terpisah, Deputi Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution menerangkan rencana pertemuan Prabowo dengan SBY adalah demi mewujudkan rencana Koalisi Besar. Menurut dia, walau kedua partai berpotensi berbeda pilihan namun mereka sepakat untuk saling menghormati terhadap masing-masing pilihan.

"Saling menghormati seluruh potensi anak bangsa. Sepaham bahwa negara ini tidak bisa diurus hanya oleh satu kelompok. Menghormati independensi partai politik. Dan bangsa ini menaungi beragam perbedaan yang ada," ujarnya.

Dirinya menuding partai politik yang hanya mau menang sendiri dan tidak mau ikut berkompromi dalam politik dianggap memiliki beban ideologis. Oleh karenanya, Syahrial mengajak seluruh partai untuk saling berkomunikasi. Dia juga membeberkan jejak komunikasi yang telah dilakukan partainya dengan PKS, Nasdem, dan Golkar.

"Parpol yang eksklusif, mau menang sendiri, berprinsip the winner takes all akan sulit diajak musyawarah untuk kebaikan bangsa. Jangan-jangan ada beban ideologis yang sengaja dilindungi? Semua serba mungkin. Saatnya perubahan," terangnya.

Baca juga artikel terkait SBY-PRABOWO atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Reja Hidayat