PPKM Mikro, Penumpang KRL Turun 17% & Tes Antigen Acak Dilanjutkan

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 29 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Selama PPKM mikro diperketat, jumlah penumpang KRL semakin berkurang dan pelaksanaan tes antigen acak bagi penumpang tetap dilanjutkan.
tirto.id -
VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Anne Purba menjelaskan, jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) semakin berkurang usai PPKM Mikro diperketat untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data terakhir 28 Juni 2021, KAI Commuter mencatat pengguna KRL di seluruh stasiun sebanyak 126.980 orang atau berkurang sekitar 17 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu yaitu 152.113 orang.

Berkurangnya jumlah pengguna KRL sejalan dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Di tengah berkurangnya aktivitas masyarakat yang menggunakan KRL, KAI Commuter tetap mengoperasikan 994 perjalanan per hari mulai pukul 04.00-22.00 WIB.

"Pengguna dianjurkan untuk merencanakan perjalanannya dengan baik agar terhindar dari potensi kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta, serta tidak memaksakan diri untuk naik ke kereta apabila sudah memenuhi kuota," kata Anne, Selasa (29/6/2021).

Selain itu, untuk mencegah penularan COVID-19 di KRL, PT KAI Commuter mengadakan tes antigen acak di beberapa stasiun.

Pelaksanaan tes acak antigen yang semula diadakan sampai Minggu (27/6) lalu, akan diperpanjang sepekan ke depan di enam stasiun yaitu Stasiun Bogor, Cikarang, Bekasi, Tangerang, Tanah Abang, dan Manggarai. Tes acak antigen dimulai pukul 08.00 WIB, kecuali di Stasiun Tanah Abang dan Manggarai yang dimulai pukul 15.00 WIB.

Langkah tes antigen acak bagi penumpang KRL ini sudah diinstruksikan oleh Kementerian Perhubungan.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman kepada penumpang KRL bahwa yang menaiki KRL adalah mereka yang benar-benar dalam kondisi sehat di tengah adanya peningkatan kasus Covid-19,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Adita menjelaskan, sebelumnya pada 19 Juni 2021 lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan kepada jajaran PT KAI dalam hal ini KAI Commuter untuk melakukan tes antigen acak kepada calon penumpang KRL Jabodetabek.

Hal ini dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan dan adanya varian baru virus yang tingkat penularannya lebih tinggi.

“Kami mengapresiasi pihak KAI Commuter yang telah melaksanakan tes acak rapid antigen kepada calon penumpang KRL Jabodetabek di enam stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Cikarang, sejak 21 Juni 2021 lalu,” ucap Adita.

Berdasarkan data dari KAI Commuter, dari hasil tes acak yang dilakukan sejak 21 - 27 Juni 2021 di 6 (enam) stasiun, tercatat sekitar 912 calon penumpang KRL telah dilakukan pengetesan menggunakan rapid antigen.

“Walaupun dalam minggu kemarin dilaporkan telah terjadi penurunan jumlah penumpang KRL per harinya menjadi sekitar 126 ribu penumpang per hari. Sebagai upaya antisipasi, Menhub telah menginstruksikan untuk tetap dilanjutkan tes secara acak,” tutur Adita.

Lebih lanjut Adita mengungkapkan, sejumlah inisiatif telah dilakukan Kemenhub bersama para operator transportasi untuk melakukan pengendalian transportasi. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penularan Covid-19 pada transportasi publik seperti KRL.

Sejumlah inisiatif yang telah dilakukan misalnya: Melakukan pembatasan jumlah penumpang sebanyak 74 orang per gerbong kereta dan mengatur jarak antrean penumpang yang akan masuk ke stasiun dan akan naik ke kereta.

Kemudian secara rutin terus mengumumkan penerapan prokes seperti: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak bicara di dalam kereta, dan memakai baju lengan panjang. Pengumuman dilakukan di stasiun, maupun di dalam KRL melalui berbagai media yang tersedia.

Baca juga artikel terkait PPKM MIKRO atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight