tirto.id - Seorang anak di Palembang diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anggota polisi. Korban mengalami trauma berat akibat perlakuan kasar itu.
Peristiwa tersebut terungkap setelah beredar rekamam CCTV yang memperlihatkan detik-detik dugaan penganiayaan. Video ini pertama kali diunggah akun Instagram @megha_jhon pada Senin (20/7/2026) dan menyebar luas di media sosial.
"TOLONG bantu viralkan, tindakan tidak terpuji oknum polisi yang telah menganiaya anak saya sehingga mengakibatkan trauma dan luka secara psikis, sampai anak saya takut berinteraksi dan keluar rumah. Agar Propam menindaklanjuti berita ini, mengingat yang bersangkutan adalah anggota Polri aktif yang bertugas di Polsek Kertapati Polrestabes Palembang," begitu narasi tertulis seperti dalam video yang dilihat Tirto, Selasa (21/7/2026).
Dalam video, nampak seorang anak laki-laki sedang bermain layangan di halaman rumahnya di Jalan Ki Marogan, Kertapati, Palembang, Rabu (15/7/2026) sore. Saat asyik main, datang pria yang diketahui adalah seorang Polsek Kertapati.
Tanpa diketahui penyebabnya, polisi itu dua kali memukul kepala korban dari belakang. Kerasnya pukulan membuat korban sempat tertunduk. Pelaku lantas pergi begitu saja tanpa merasa bersalah dan meminta maaf. Sementara itu, korban trauma usai kejadian.
Tak terima dengan perlakuan itu, orangtua korban dengan inisial LK itu menggunggah rekaman CCTV di media sosial. Korban mengeluhkan sakit di bagian kepala dan pusing berat.
"Tiba-tiba kepala anak saya dipukulnya dari belakang, tidak tahu alasannya, anak saya lagi main layangan," kata ibu korban.
Kasus ini belum dilaporkan secara resmi ke polisi. Namun, dia berharap kepolisian memproses terduga pelaku.
"Nah Pak Kapolda, aku minta tolong anak aku ini dianiaya sama oknum polisi. Dia lagi main layangan tadi sore, tiba-tiba malam ini diaceeita ketakutan dan mengeluh kepalanya sakit. Tolong Pak, tolong keadilan untuk anak aku," kata dia.
Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Hermansyah, membenarkan orang dalam video adalah anggotanya inisial Aipda AS. Dia telah memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi.
"Benar, itu anggota kami," kata Hermansyah.
Hermansyah menyebut Aipda AS membantah melakukan kekerasan. Dari pengakuannya, dia hanya menegur anak tersebut agar tidak bermain layangan saat cuaca terik.
"Cuma menegur, tidak ada pemukulan, hanya menoel kepalanya saja," kata Hermansyah.
Hermansyah mengatakan, Aipda AS sudah mendatangi rumah korban usai videonya viral. Namun, keluarga menolak ditemui.
"Kami coba mediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan," pungkas Hermansyah.
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































