Polisi Dalami Peran 4 Pengeroyok Ade Armando yang Beredar di Medsos

Reporter: Adi Briantika - 12 Apr 2022 08:43 WIB
Kepolisian mengonfirmasi identitas dan foto keempat terduga pengeroyok Ade Armando yang beredar di media sosial.
tirto.id - Kepolisian telah mengidentifikasi empat terduga pelaku pengeroyokan terhadap Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Ade Armando saat demo 11 April di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengonfirmasi identitas dan foto keempat terduga pengeroyok yang beredar di media sosial (medsos).

"Masih didalami. Ada beberapa orang sudah diamankan. Penyidik akan membuktikan keterlibatan orang-orang tersebut. Sejauh mana mereka melawan hukum," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (11/4/2022).

Keempat terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando yakni berinisial DUH, AP, TSB, dan AL.

Dalam keterangan terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan pengeroyokan terhadap Ade Armando terjadi usai perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) diterima oleh Pimpinan DPR RI.

"Setelah diterima dan mahasiswa kembali, ada sekelompok massa yang kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada Ade Armando," kata Fadil di Kompleks Parlemen RI.

"Yang bersangkutan dipukul, diinjak, terluka di kepala. Sehingga kami melakukan tindakan terukur untuk menyelamatkan nyawa yang bersangkutan," imbuhnya.

Ketika kepolisian mengevakuasi Ade Armando, Fadil mengatakan sekelompok orang itu tambah bringas. Mereka menyerang polisi sehingga mengakibatkan enam anggota terluka.

Fadil menyayangkan ada kelompok "yang memancing di air keruh", bukan menyampaikan pendapat, tapi diduga membuat kerusuhan.

Kepolisian belum memberikan keterangan soal motif di balik pengeroyokan terhadap Ade Armando. Belum diketahui juga bagaimana awal mula Ade ditelanjangi dan digebuki hingga babak belur.


Baca juga artikel terkait ADE ARMANDO DIHAJAR MASSA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight