Menuju konten utama

Polda Metro Jaya Kantongi Hasil Labfor Kematian Diplomat Arya

Reonald mengatakan hasil uji laboratorium forensik itu akan disatukan dengan hasil autopsi untuk mengungkap kematian diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan.

Polda Metro Jaya Kantongi Hasil Labfor Kematian Diplomat Arya
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak saat ditemui di Mapolda Metro Jaya pada Senin (14/7/2025). Tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Penyidik Polda Metro Jaya mengaku telah mengantongi hasil laboratorium forensik (labfor) dari kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan (39). Namun, hasil itu masih perlu disatukan dengan hasil dari penyelidikan lainnya.

“Kalau tadi dari penyelidik, untuk hasil labfor sudah keluar nanti akan disampaikan pada rilis,” ujar Kasubid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, kepada wartawan, Kamis (25/7/2025).

Uji laboratorium forensik sendiri meliputi laptop dan CCTV di rooftop, kos Arya Daru, dan pusat perbelanjaan. Menurut Reonald, hasil uji laboratorium forensik itu akan disatukan dengan hasil autopsi.

"Jadi pada, untuk kasus diplomat untuk hasil labfor sudah, sekarang masih dalam meng-sinkronisasi, kemudian mengumpulkan semua alat bukti untuk menemukan fakta sebenarnya bagaimana," tutur dia.

Diketahui, polisi menyatakan bahwa ponsel Arya Daru Pangayunan (39) hingga saat ini belum dapat ditemukan tim penyidik Polda Metro Jaya. Padahal, ponsel tersebut menjadi salah satu yang diperlukan dalam penyidikan penyebab kematiannya.

"(Iya ponsel) belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).

Di sisi lain, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengungkap bahwa memang ponsel itu belum berhasil ditemukan tim penyidik. Meskipun pemeriksaan lokasi kejadian telah dilakukan di kamar kos, Kementerian Luar Negeri, maupun pusat perbelanjaan.

"Kemarin kami mendapat penjelasan soal HP. HP ini belum ditemukan. Oleh karenanya masih ada proses soal jejak digital itu,” tutur Anam di Kantor Kompolnas.

Anam mengemukakan, ponsel itu seharusnya bisa menjadi petunjuk jejak digital Arya Daru Pangayunan sebelum meninggal dunia. Kendati demikian, bukan menjadi kunci mengetahui penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri itu.

Dinilai Anam, penyebab kematian Arya Daru bisa disimpulkan dari hasil autopsi dan semua jejak digital seperti CCTV yang sudah dikumpulkan penyidik.

Baca juga artikel terkait DIPLOMAT KEMLU atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher