Menuju konten utama

Polda Metro Jaya Alami Kerugian Rp180 M Imbas Demo Ricuh Jakarta

Polda Metro Jaya mengalami kerugian senilai Rp180 miliar akibat kericuhan dalam demonstrasi, pekan lalu.

Polda Metro Jaya Alami Kerugian Rp180 M Imbas Demo Ricuh Jakarta
Pengunjuk rasa membakar water barrier saat aksi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hma/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya mengalami kerugian senilai Rp180 miliar akibat kericuhan dalam demonstrasi, pekan lalu. Nilai tersebut merupakan jumlah akumulasi dari seluruh kerusakan fasilitas milik Polda Metro Jaya di wilayah hukumnya.

"Kerusakan yang kami alami terkait fasilitas atau bangunan di Polda Metro Jaya senilai lebih dari Rp180 miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/9/2025).

Dia memerinci kerugian tersebut mencakup kerusakan pada sejumlah kantor polisi, mulai dari Polres, Polsek, dan pos polisi

"Kemudian, beberapa material dan peralatan ada 3.430 unit. Kemudian kendaraan ada 108 unit kemudian fasilitas bangunan lainnya ada 76 unit," ucap Ade Ary.

Saat ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 43 tersangka lantaran dinilai anarkistis saat demonstrasi akhir Agustus 2025.

Perwira menengah Polri itu mengatakan dari 43 tersangka, satu di antaranya anak di bawah umur. "42 dewasa dan satu adalah anak yang berusia di bawah 18 tahun," ucap Ade Ary.

Selain itu, satu tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ade Ary berkata beberapa tersangka sudah ditahan. Namun, untuk tersangka anak tak ditahan. Sementara dua tersangka wajib lapor.

"38 ditahan, 1 DPO, kemudian 1 tersangka itu dilakukan penahanan oleh Direktorat Siber. Kemudian, 2 tersangka diminta untuk wajib lapor, dan 1 anak tidak dilakukan penahanan," jelasnya.

Baca juga artikel terkait POLDA METRO JAYA atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama